Blora on News :
Home » , » Anggota Komisi B DPRD Jateng Perjuangkan Pembangunan Jembatan Kradenan-Ngraho

Anggota Komisi B DPRD Jateng Perjuangkan Pembangunan Jembatan Kradenan-Ngraho

infoblora.com on May 19, 2015 | 10:00 AM

Puluhan tahun hanya memanfaatkan perahu penyeberangan seadanya, membuat kalangan DPRD Jateng prihatin dan mengusahakan pembangunan penghubung Kradenan-Ngraho.
BLORA. Puluhan tahun hanya memanfaatkan perahu tradisional untuk jasa penyeberangan penghubung dua kabupaten di dua privinsi berbeda. Yakni dari Kecamatan Kradenan Blora (Jateng) ke wilayah Kecamatan Ngraho Bojonegoro (Jatim) karena tidak adanya akses jembatan di Sungai Bengawan Solo, membuat prihatin kalangan DPRD Jateng.

Salah satu anggota Komisi B DPRD Jateng, Arief Rohman merasa ikut prihatin terhadap kondisi yang sudah berpuluh tahun terjadi di wilayah perbatasan Jateng-Jatim ini. “Berdasarkan informasi yang masuk kepada saya, sudah lama warga sekitar menginginkan pembangunan jembatan penghubung di dua wilayah yang terpisah Bengawan Solo ini untuk memperlancar jalur ekonomi masyarakat setempat mengingat pengguna penyeberangan di lokasi ini cukup tinggi tiap harinya,” jelasnya, saat dihubungi tim info Blora, Selasa (19/5).

“Perlu adanya sinergi antara empat pemerintah, yakni Kabupaten Blora dan Provinsi Jateng dengan Kabupaten Bojonegoro dan Provinsi Jatim. Mengingat ini merupakan penghubung perbatasan dua kabupaten di dua provinsi berbeda. Kami akan upayakan itu,” tambahnya.

“Dalam waktu dekat ini, saya akan mengajak tim untuk meninjau kondisi lapangan. Yakni penyeberangan di Desa Medalem Kecamatan Kradenan Blora yang sudah puluhan tahun menjadi akses utama dan satu-satunya bagi warga untuk menyeberang sungai Bengawan Solo,” kata Arief Rohman yang juga asli Blora ini.

“Setelah cek lapangan, nanti kita susun rencana usulan pembangunannya untuk disampaikan kepada beberapa pihak terkait. Saya akan mengawalnya, dan optimis ini nanti akan bisa diwujudkan,” jelasnya.

Pantauan tim info Blora di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan belum lama ini memang demikian. Penyeberangan perahu tradisional warga setempat menjadi andalan pemenuhan kebutuhan ekonomi di kedua wilayah. Banyak warga Ngraho yang berjualan di Pasar Menden Kecamatan Kradenan. Begitu pula warga Kradenan banyak yang mempunyai lahan pertanian dan pekerjaan di Kecamatan Ngraho Bojonegoro.

Jika kondisi air Bengawan Solo sedang banjir atau meninggi, rasa was-was takut tenggelam selalu menghantui warga yang menyeberang sungai dengan perahu seadanya. Hal itu tidak dapat dipungkiri karena jika melewati jembatan untuk menyeberang harus memutar sejauh 40 km lebih yakni jembatan yang ada di Kecamatan Cepu. Justru butuh waktu lebih lama dan ongkos transportasi yang mahal.

Sementara itu Kepala Desa Medalem Kecamatan Kradenan, Anik Juarti menyambut baik rencana pembangunan jembatan penghubung Kradenan-Ngraho yang akan diperjuangkan DPRD Jateng. “Kami sebagai warga perbatasan menyambut baik usaha untuk mewujudkan pembangunan jembatan disini. Sejak kecil, saya dan warga disini bermimpi punya jembatan untuk menuju wilayah Jatim diseberang sana agar transportasi kedua wilayah semakin lancar,” ungkapnya. (jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved