Blora on News :
Home » , » 4 Petugas Perhutani Cepu Dikroyok 30 Pencuri Kayu di Hutan

4 Petugas Perhutani Cepu Dikroyok 30 Pencuri Kayu di Hutan

infoblora.com on May 27, 2015 | 12:30 AM

Petugas Perhutani KPH Cepu dihadapan polisi memperagakan adegan pengroyokan oleh pencuri kayu di hutan.
BLORA. Inilah resiko berat yang harus dihadapi petugas kemanan Perhutani. Empat petugas Perhutani KPH Cepu, masing-masing Mantri KRPH Nanas, Tugiyo dan 3 orang Polisi Teretorial (Polter) BKPH Nanas, Harno, Latip Marjito dan Slamet, Senin (25/5) dini hari sekitar pukul 01.30, menjadi korban pengeroyokan sekitar 30 orang kawanan pencuri kayu jati, di hutan petak 5014 KRPH Nanas.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian pengeroyokan terhadap petugas perhutani Cepu itu berawal ketika KRPH Nanas, Tugiyo bersama Harno melakukan patroli hutan, tiba-tiba mendengar suara pencuri kayu yang sedang mengolah kayu jati hasil tebangan tegakan kayu jati di petak 5014. Cara itu dimaksudkan, untuk mempermudah membawa kayu jati yang telah ditebangnya keluar hutan.


Tugiyo segera menghubungi Polter Marjito dan Slamet, untuk membantu memastikan apakah didekat pos pantauan tegakan kayu jati yang akan diproduksi ada pencuri atau tidak. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar, yakni ada sekawanan pencuri yang sedang memikul kayu jati yang baru saja selesai dibentuk segi empat dengan ukuran masing masing 20 cm X 20 cm x 250 cm, 30 cm x 30 cm x250 cm dan 35 cm x 35 cm x 250 cm.


Melihat kejadian itu, Marjito dan Slamet segera melakukan penghadangan dan pencuri berusaha kabur. Hanya saja, ketika sekawanan pencuri yang jumlahnya kurang lebih 30 orang itu mengetahui bahwa yang menghadang hanya 2 petugas, akhirnya mereka beramai-ramai berbalik mengejar petugas sambil melempari batu.

Beberapa saat kemudian, Tugiyo dan Harno sampai ditempat dimana Marjito dan Slamet yang sedang dikejar balik para pencuri kayu jati, dengan maksud untuk memberi bantuan. Hanya saja, setibanya di lokasi, bukan pertolongan yang bisa diberikan akan tetapi ke empat petugas tersebut malah dikepung sekawanan pencuri sambil menempelkan parang, kampak dan juga kayu pentungan di leher ke empat petugas.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada salah seorang pencuri yang memukul Tugiyo dengan menggunakan batu tepat dipelipisnya, hingga Tugiyo mengalami robek kulitnya dan mengeluarkan darah.


Setelah kejadian itu, kawanan pencuri meninggalkan petugas dengan mengeluarkan ancaman “awas nek ono opo-opo tak goleki kowe ning pos” (awas kalau ada apa-apa kamu saya cari di pos -Red).


Kemarin ke empat petugas perhutani tersebut datang ke Polsek Jiken untuk melaporkan semua kejadian yang dialaminya, yakni dikeroyok kawanan pencuri. Pagi kemarin, sejumlah anggta Unit Reskrim Polsek Jiken dibantu Unit Identifikasi dan juga Resmob Polres Blora melakukan olah TKP di petak 5014 KRPH Nanas, BKPH Nanas, KPH Cepu.


Koordinator Keamanan yang juga Waka ADM KPH Cepu, Agus Kusnanda menjelaskan, bahwa untuk permasalahan pencurian dan penganiayaan tersebut di serahkan sepenuhnya ke penyidik Polres Blora untuk dilakukan tindakan.


Terpisah Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana akan mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan pengamanan hutan. Untuk permasalahan yang sedang terjadi pihaknya telah memeritahkan Sat Reskrim Polres Blora untuk menindak lanjuti dengan melakukan pengusutan. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved