Blora on News :
Home » , » 16 Tahun Konsisten Lestarikan Seni Budaya Blora, “Adol Barongan Ora Segampang Gawene”

16 Tahun Konsisten Lestarikan Seni Budaya Blora, “Adol Barongan Ora Segampang Gawene”

infoblora.com on May 22, 2015 | 4:30 AM

Adi Wibowo saat tampil bersama barongan RGS
di Magelang bulan April lalu.
BLORA. Sejak mendirikan paguyuban seni barongan tahun 1999, tidak terasa kini sudah 16 tahun tetap konsisten ikut mengembangkan dunia kesenian dan kebudayaan Blora. Ialah Adi Wibowo seorang pegiat seni yang tetap eksis untuk terus melestarikan dan mengembangkan kesenian barongan di Kabupaten Blora. Bahkan berkat perjuangannya bersama seluruh seniman barongan yang ada di seluruh pelosok Blora, kini barongan telah dikenal menjadi ikon budaya di Kabupaten Blora.

Pria bertubuh besar yang memimpin paguyuban seni barongan Risang Guntur Seto di Kelurahan Kunden Blora ini sudah sejak lama menginginkan bahwa kesenian barongan melekat dengan nama Blora. “Sejak awal saya mendirikan Risang Guntur Seto di 20 Mei 1999 silam, memang saya memimpikan agar bagaimana caranya barongan ini menjadi ikon dan identik dengan Blora. Seperti halnya orang berfikir leak maka tersirat kata Bali, dan saat berfikir reyog maka disitu melekat Ponorogo,” jelasnya, saat dihubungi info Blora, kemarin.

Berawal dari keinginan tersebut, ia berusaha membuat penampilan barongan bisa menarik dan membuat banyak orang suka dengan aksi pertunjukan para pemain barongan. “Pada awal tahun 90-an memang sudah banyak paguyuban seni barongan di Blora, namun kebanyakan barongan di Blora saat itu masih berpenampilan seadanya dengan rambut dari tali rafia dan aksesoris mata dari beling (kaca-red). Pertunjukannya pun masih terkesan magis dan seram. Unsur hiburannya minim,” kata Adi Wibowo yang akrab dipanggil Didik ini.

“Pertunjukan barongan yang terkesan seram dan dekat dengan unsur magis membuat masyarakat saat itu enggan menanggap seni barongan. Apalagi pertunjukan barongan yang dikemas diatas panggung pun belum dikenal. Barongan hanya berfungsi sebagai media tradisi upacara adat seperti halnya bersih desa,” jelasnya.

Berdasarkan keadaan tersebut,  mulailah Adi Wibowo bersama beberapa seniman barongan melakukan inovasi dan berkreasi. Mulanya memperbaiki tampilan barongan dengan menggunakan ijuk sebagai rambut kepala barong. Tabuhan iringan musik yang awalnya hanya “tholek thogling” dengan nada gamelan “mo-nem mo-nem” ditambah dengan saron demung, drum, slompret, dan alat musik lain sehingga lebih rancak.

Kegiatan latihan bersama adek-adek penari jaranan di sanggar Risang Guntur Seto Kunden.
Begitu juga dengan segi sajian tari, semua unsur tokoh kesenian barongan ditampilkan dengan alur cerita sehingga tampilan pertunjukan barongan lebih dinamis dan teratur. Mulai singa barong perwujudan Gembong Amijoyo tokoh utama pertunjukan barongan Blora yang konon dulunya adalah penjaga alas jati wengker Kabupaten Blora, Jaka Lodra (gendruwonan), pujangga anom (bujang ganong), mbok Gaenah, Untup, Nayantaka, dan pasukan kuda (jaranan) semua dirangkaikan menjadi sebuah sajian tari yang menarik.

“Dulu tidak ada yang mau nari jaranan untuk mengiringi pementasan barongan mas, cari penari cowok saja susah. Apalagi penari cewek untuk memainkan jaranan, susahnya minta ampun. Karena saat itu barongan terkesan magis dan menakutkan,” beber Adi Wibowo.

“Namun saat melihat reyog di Ponorogo saya heran, kenapa gadis gadis cantik disana mau ikut menari jaranan yang juga menjadi pelengkap pertunjukan dadak merak. Setelah saya selidiki, ternyata para penari jaranan di Ponorogo kebanyakan adalah para mahasiswi seni tari dari ISI Solo dan beberapa kampus kesenian, bahkan ada salah satu diantaranya adalah mahasiswa tari dari Blora. Ia ikut menari jaranan di Ponorogo,” lanjut Adi.

Dari situ, Adi mulai berinisiatif menghubungi beberapa mahasiswi seni tari asal Blora yang telah lebih dahulu membawakan tari jaranan di Ponorogo. “Saya hubungi mereka mas, agar mereka juga mau ikut mengembangkan seni barongan Blora. Alhamdulillah para mahasiswi ini mau, dan mulai dari itu tim kami melatih para penari perempuan untuk memainkan jaranan sebagai pelengkap kesenian barongan. Sejak itu Risang Guntur Seto mulai tampil dengan jaranan perempuan. Banyak teman-teman paguyuban lain yang tidak percaya dengan terobosan kami saat itu,” kata Didik, sapaan akrab Adi Wibowo.

Adi Wibowo bersama barongannya dan segenap prestasi yang berhasil diperolehnya selama menekuni kesenian Barongan Blora.
Perlahan tapi pasti, kini justru kebanyakan penari jaranan pada pertunjukan barongan Blora merupakan para gadis cantik. Terobosan yang dilakukan RGS diterima oleh semua seniman barongan di Kabupaten Blora.

Makin menjamurnya para perajin barongan yang disertai semakin banyaknya paguyuban seni barongan di Kabupaten Blora saat ini pun harus disikapi dengan bijak. Tidak lain agar kelangsungan paguyuban seni tersebut bisa terus hidup. “Dodolan barongan kwi angel mas, ora segampang gawene (Menjual barongan itu sulit mas, tidak semudah membuatnya),” kata Adi Wibowo.

Dalam arti, mendirikan paguyuban seni barongan di Blora itu tidak sulit. Asal punya modal yang cukup, semua bisa mendirikan paguyuban barongan. Namun yang sulit itu menjual barongan, yakni menghidupi paguyuban barongan tersebut agar tetap laku dan banyak tanggapan dari masyarakat.

“Untuk itu kita harus tetap belajar, terus berkreasi, berinovasi, berlatih dan berlatih agar tampilan seni barongan Blora bisa lebih menarik dan menghibur. Tentunya dengan catatan tidak meninggalkan pakem dasar pertunjukan barongan Blora,” jelas Adi.

“Apalagi di luar daerah, belum banyak yang mengenal seni pertunjukan Barongan Blora. Beda dengan reyog dan wayang yang sudah banyak dikenal. Maka ini lah tugas kita untuk terus mengenalkan dan mempromosikan seni Barongan Blora ke luar daerah bahkan nasional hingga internasional. Dengan semakin dikenalnya Barongan Blora, diharapkan nanti akan lebih banyak yang menghargai dengan menanggapnya. Sehingga secara tidak langsung, kelangsungan paguyuban seni barongan yang ada di Blora juga akan lebih baik,” harapnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved