Blora on News :
Home » , » Tersinggung, Slamet Warga Sidorejo Kedungtuban Pukul Hendri Hingga Tewas

Tersinggung, Slamet Warga Sidorejo Kedungtuban Pukul Hendri Hingga Tewas

infoblora.com on Apr 1, 2015 | 1:00 AM

Reka ulang adegan pemukulan yang dilakukan Slamet Setyo Basuki terhadap Hendri Susanto dipraktekkan di Mapolsek Kedungtuban, kemarin.
BLORA. Ini mungkin pelajaran berharga bagi yang suka mengumbar emosi dan main pukul kepada orang lain. Di Desa Wado,Kecamatan Kedungtuban, Blora terjadi peristiwa pemukulan yang menyebabkan tewasnya seseorang dan hingga kini kasusnya tengah ditangani oleh Polsek setempat.

Adalah, Hendri Susanto, warga R T 05/1, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban meninggal setelah sempat menahan sakit selama 8 jam akibat terkena 3 kali pukulan yang dilakukan oleh Slamet Setyo Basuki, juga warga RT05/1 Desa Sidorejo.

Menurut petugas unit Reskrim Polsek Kedungtuban, kejadian berawal pada minggu (29/3) lalu sekitar pukul 23.30, ketika tersangka Slamet Setyo Basuki bertemu korban Hendri Susanto di pendapa Balai Desa Wado, Kedungtuban.

Tidak diketahui penyebabnya, waktu itu tanpa disengaja Hendri Susanto melontarkan kata-kata kepada Slamet Setyo Basuki. “Urusi anakmu”. Dengan lontaran kata-kata tersebut, Slamet Setyo Basuki merasa terhina dan dilecehkan. Pasalnya, selama ini dirinya memang sudah menduda dengan anak satu perempuan.

Anak yang saat ini masih duduk dibangku SMP, menurutnya, tetap diperhatikan, walaupun dirinya bekerja di Surabaya. Dimungkinkan sebab itulah Slamet Setyo Basuki langsung menghampiri Hendri Susanto dan memukulnya tiga kali mengenai kepala. Hendri saat itu langsung jatuh tertelungkup.

Melihat kejadian itu, dua orang warga setempat, yakni Galih dan Yudi, datang melerai dan mengantar Hendri Susanto pulang ke rumah dengan memapahnya. Sesampai dirumah, Hendri Susanto ditidurkan di balai-balai depan rumah, kemudian di tinggal pergi. Hanya saja pada keesokan harinya, yakni sekitar pukul 07.00, ketika Rukayah yang masih saudara Hendri Susanto, bermaksud membangunkannya, mendapati Hendri Susanto sudah tidak bernyawa lagi.

Tersangka Slamet sedang menjalani pemeriksaan intensif pasca pemukulan
yang dilakukannya dihadapan penyidik Mapolsek Kedungtuban.
Atas kejadian itu, Rukayah kemudian melapor ke Polsek Kedungtuban, dengan dibantu para tetangganya. Mendapat laporan itu sejumlah anggota Reskrim Polsek Kedungtubanpun datang untuk melalukan olah TKP. Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, saat itu juga anggota Reskrim Polsek Kedungtuban menangkap Slamet Setyo Basuki.

Slamet dijemput di rumahnya dan saat itu ia juga belum tahu kalau Hendri Susanto yang semalam dipukulinya telah meninggal. Karena RSUD Cepu tidak bisa memberi keterangan penyebab kematian Hendri Susanto, Kapolsek Keduntuban, AKP Sugiarto segera mengambil inisiatif, yakni dengan seizin Kapolres Blora, AKBP Mujiono, dia mendatangkan dokter Forensik Polda Jateng.

Setelah dilakukan otopsi akhirnya Dokter Forensik Polda Jateng menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat terjadi pendarahan dibawah selaput otak secara meluas akibat benturan. ”Saat ini tersangka Slamet Setyo Basuki masih menjalani pemeriksaan intensif di di unit Reskrim Polsek Kedungtuban,” jelas Kapolsek Sugiarto.

Kades Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Heri Agung ketika dikonfirmasi, membenarkan persitiwa yang menimpa warganya itu. ”Kebetulan tinggalnya dekat dengan rumah. Dimungkinkan peristiwa perkelahian itu karena akibat alkohol,” jelasnya. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

2 komentar:

Mogawitana Witana said...

Memang kita harus menjaga perkataan kita agar orang lain tidak tersinggung

tyan blora said...

Di dalam kasus ini tidak hanya tersangka saja yg salah tp korban jg salah. Itulah hukuman terberat seseorang yg tidak bisa menjaga mulut nya. Tp di sisi lain si pelaku jg gak seharusnya sampai berbuat tindakan penganiayaan. Di dalam kasus ini mungkin sering terjadi di sekeliling kita, maka perlu di lakukan sosialisasi tentang penanaman moral supaya kasus seperti ini tidak terulang.

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved