Blora on News :
Home » , » Terancam Hama Jamur Blas dan Gulu Pedot, Petani Diminta Sering Konsultasi Pada PPL

Terancam Hama Jamur Blas dan Gulu Pedot, Petani Diminta Sering Konsultasi Pada PPL

infoblora.com on Apr 16, 2015 | 6:00 AM

Petani di Kecamatan Jiken dan Bogorejo memanen padinya dengan hasil yang belum maksimal karena terserang hama jamur blas dan gulu pedot.
BLORA. Memasuki masa tanam padi kedua, petani di Kabupaten Blora diminta lebih sering berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ada di masing-masing kecamatan. Hal ini dikarenakan banyak petani yang tanamannya terancam hama jamur blas (pirycularia opizae) dan gulu pedot (batang busuk).

Seperti yang dikemukakan oleh Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Blora, Budi Supriyono, dari luas tanah pertanian yang ada di Blora saat ini, yakni 49.388 Ha, yang terkena penyakit jamur blas kurang lebih mencapai 70 Ha.

Menanggulangi hal tersebut, pihaknya meningatkan kepada para petani untuk melakukan antisipasi. “Penyakit jamur blas disebabkan karena nitrogen yang diberikan lewat pupuk kimia pada tanaman padi terlalu tinggi. Selain itu kegagalan panen para petani selama ini, salah satu penyebabnya karena tidak mau menanam padi dengan ganti varietas. Termasuk tidak mau menanam padi dengan pola jajar legowo (jarwo),” ungkapnya.

”Jika anjuran-anjuran seperti itu petani mau mengindahkan, mestinya tanaman padi tidak kurang pencahayaan sehingga jamur Blas (pirycularia opizae) tidak mudah berkembang biak,” tambah Budi Supriyono.

Untuk masa tanam padi yang ke dua, lanjutnya, juga mengingatkan agar petani untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada dengan hama penggerek batang atau sejenis ulat. Jenis hama ini menyerang pada batang padi. ”Yang paling aman petani diminta untuk sering berkomunikasi dengan PPL agar bisa cepat dibantu mengatasinya,” tandas Budi.

Sementara itu, sebagian petani di wilayah Kecamatan Jiken belakangan ini merasa resah, menyusul hasil panenan tidak sesuai seperti apa yang diharapkan. Hal ini disebabkan banyak tanaman padi mereka terkena penyakit jamur blas.


Terpisah, pengamat hama, Suharno menjelaskan, penyakit jamur blas yang menyerang tanaman padi di wilayah Jiken saat ini masih sekitar 11 Ha, dan di wilayah Kecamatan Bogorejo masih sekitar 9 Ha. 
Beberapa tanaman diantaranya sudah dipanen meski hasilnya sangat tidak memuaskan. ”Jamur blas apabila dibiarkan maka akan menyerang batang padi sehingga akan menjadi penyakit gulu pedot (leher putus),” jelas Suharno. (Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved