Blora on News :
Home » , » Pemkab Blora Optimis Penuhi Target Peningkatan Hasil Produksi Padi

Pemkab Blora Optimis Penuhi Target Peningkatan Hasil Produksi Padi

infoblora.com on Apr 13, 2015 | 5:00 AM

Seorang petani sedang mempersiapkan bibit padi untuk musim tanam kedua belum lama ini. (foto-priyo)
BLORA. Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora merasa optimis akan mampu memenuhi target produksi pada tahun 2015. Pasalnya hasil panen pada Musim Tanam (MT) I cukup bagus. Bahkan sejumlah petani sudah mengembangkan pola tanam yang baik serta menggunakan bibit varietas unggul.
Hal itulah yang menjadikan produktifitas padi meningkat dalam setiap hektarnya. 

’’Dengan melihat disemua wilayah padi cukup bagus dan banyak ditanam varietas unggul produktifitas padi yang ditarget 5,8 ton/hektar akan dicapai,’’ ujar Kepala Dintanbunakikan Blora, Reni Miharti.

Menurutnya, untuk 2015 memang Blora ditarget agar hasil panen padi meningkat dari 5,1 ton/hektare menjadi 5,8 ton yang secara keseluruhan juga meningkat untuk produksi padi selama satu tahun.

Dia menambahkan, penggunaan bibit varietas unggul akan membantu dalam peningkatan produksi padi. Bahkan dari sejumlah panen yang telah dilaksanakan beberapa varietas unggul mampu panen di atas 8-10 ton/hektare. ’’Salah satu upaya untuk mengenjot produksi dengan bibit unggul dan perluasan lahan,’’ katanya.

Dia menjelaskan, untuk saat ini, realisasi luas tanam padi untuk MT I (Oktober-Maret) bahkan sudah melebihi target tanam dari 61,561 hektare menjadi 67.000 hektare. Sedangkan sisa untuk MT II (April- September) ada sekitar 37.000 hektare.

Untuk itu, Reni meminta agar petani yang sudah panen, bisa segera melakukan pengolahan lahan untuk kembali ditanami padi. ’’Percepatan tanam harus dilakukan bagi lokasi yang sudah panen, dan saat ini juga sudah banyak yang melakukan tanam kembali,’’jelasnya.

Dia mengingatkan, memasuki musim tamam (MT) II, para petani diharapkan mewaspadai serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Bahkan informasi yang didapatkan dari Dinas Pertanian Provinsi telah melaporkan kalau di Jateng sudah ada beberapa kabupaten yang terserang hama dan penyakit.

Untuk di Blora yang diwaspadai adalah serangan wereng batang cokelat atau busuk leher yang populer di kalangan petani dengan istilah gulu pedot.


Jika menemukan gejala itu, dia meminta agar langsung segera dikomunikasikan dengan penyuluh lapangan, UPT serta Babinsa TNI agar bisa segera diambil tindakan secepatnya. ’’Segera diinformasikan selain itu sebab stok pestisida di pertanian masih banyak,’’ujarnya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved