Blora on News :
Home » , » Pembekalan Pengawas UN, Guru Diminta Jujur dan Tidak Merekayasa Nilai

Pembekalan Pengawas UN, Guru Diminta Jujur dan Tidak Merekayasa Nilai

infoblora.com on Apr 8, 2015 | 7:00 AM

Bupati Blora Djoko Nugroho serta jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) berikan bimbingan pembekalan pengawas UN agar tetap jujur dan meningkatkan kualitas.
BLORA. Meski Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi dasar untuk menentukan kelulusan, namun semua guru dan pengawas ujian diharapkan untuk bertindak jujur dan tidak melakukan rekayasa dalam melakukan penilaian UN tahun ini.

“Jangan pernah melakukan rekayasa untuk nilai UN, para pendidik harus jujur sebab jika melakukan rekayasa hal itu sudah menanamkan nilai-nilai yang tidak baik,” ujar Bupati Blora Djoko Nugroho saat pembekalan kepada pengawasan UN bagi guru SMK di Gedung Pertemuan Sasana Bhakti Blora, Senin (6/4) lalu.

Bupati meminta agar pengawas melaksanakan tugasnya dengan baik serta mengikuti semua petunjuk dari pusat. Sebab, dengan berhasil dan suksesnya pelaksanaan UN, maka akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Blora.

“Kualitas pendidikan di Blora yang semakin bagus harus terus ditingkatkan dan mulailah dengan melaksanakn UN dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab,” ujarnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora Achmad Wardoyo mengatakan UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan dan itu berlaku untuk semua jenjang mulai dari SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat.

“Yang menentukan lulus tidaknya siswa adalah dari pihak sekolah, jadi pihak sekolah harus benar-benar melakukan penilaian dengan baik,” jelas Wardoyo.

Ia menambahkan bahwa UN kali ini merupakan sarana untuk pemetaan dan pembinaan serta dasar melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Meskipun tidak menjadi dasar kelulusan, jangan sampai menurunkan kualitas, semangat dan tanggung jawab sekolah dan siswa. “Kalau ada siswa yang tidak ikut UN maka secara otomatis dia tidak lulus,” tandasnya. 

Khusus pengawas, selain dari guru yang ada di sekolah juga ada dari Perguruan Tinggi (PT). Namun untuk PT kali ini tidak masuk ke ruangan ujian. Mereka hanya melakukan pemindaian dan pengawasan di lingkup kabupaten. ”Pembekalan bagi pengawasan selain dilaksanakan di rayon Blora juga dilakukan di Rayon Cepu,” jelas Wardoyo.

Sementara itu, tiga siswa dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jepon Blora akan mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan 13-15 April 2015. Menurut Kepala SLBN Jepon Blora Sutoto, sebenarnya ada enam siswa SMALB yang akan ikut ujian.
Tiga siswa ikut UN dan tiga siswa lainnya ikut ujian sekolah karena menyandang tuna grahita dan autis. 

Dia menjelaskan di SLBN semua jenjang pendidikan ada, mulai dari SD, SMP dan SMA. Khusus untuk UN memang tidak semua ketunaan bisa mengikutinya dan hanya tunanetra, tunarungu serta tunadaksa.

”Tahun ini hanya ada enam siswa yang sudah kelas 3 SMA sehingga ikut ujian, yang ikut UN ada tiga siswa mereka semua menyandang tunarungu,” ujar Sutoto. UN tahun ini akan diikuti 9.011 siswa.

Dari jumlah itu peserta dari SMK paling banyak dengan 5.361 siswa. Disusul SMAyang berjumlah 2.550 siswa, Madrasah Aliyah (MA) 690 siswa. Sedangkan untuk paket C ada 404 siswa dan berasal dari beberapa Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) serta beberapa pesantren yang menyelenggarakan program tersebut. Khusus paket C semuanya program IPS. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved