Blora on News :
Home » , » Kafe dan Karaoke Liar Marak di Blora, Pemerintah Diminta Lakukan Tindakan Tegas

Kafe dan Karaoke Liar Marak di Blora, Pemerintah Diminta Lakukan Tindakan Tegas

infoblora.com on Apr 5, 2015 | 3:00 PM

Petugas Satpol PP Blora belum lama ini melakukan operasi di beberapa kafe dan karaoke liar dan mensosialisasikan ijin pembukaan usaha tersebut.
BLORA. Bangunan kafe liar atau tidak mengantongi izin atau berizin tapi belum diperpanjang, saat ini marak di Kabupaten Blora. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi menjadi tempat praktik mesum. Sejumlah pihak meresahkan keberadaan kafe liar.

Dari informasi yang diperoleh, jumlah kafe dan karaoke di Blora sebanyak 86 buah. Jumlah terbanyak adalah di Kecamatan Cepu yang mencapai 66 tempat. Sedang Kecamatan Blora hanya enam tempat, Kecamatan Bogorejo empat tempat, Kecamatan Tunjungan satu serta Kecamatan Kunduran dan Todanan masing- masing dua kafe dan karaoke. 

Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Blora Welly Sujatmiko menjelaskan, seiring diberlakukannya Perbup Nomor 11 tahun 2014, semua usaha hiburan malam dan karaoke harus memperbarui izin.  ”Batas waktu pengurusan izin sampai bulan April,” kata Welly. 

Dia menjelaskan, dalam peraturan itu disebutkan bahwa pengusaha dan pengelola kafe dan karaoke harus mengurus izin baru terkait usaha yang dilakukan. Sebab, izin lama yang sudah dikantongi dianggap tidak berlaku lagi.

Pihaknya berjanji akan melakukan penertiban setelah batas waktu pengurusan izin itu terlampaui. ”Sepengetahuan kami sudah ada kafe atau karaoke lama yang mengurus perizinan kembali. Namun bila ada yang tak memperbarui akan ditindak dengan menyuruh untuk menutupnya sampai mereka mengurus izin baru,” ujarnya.

Kondisi tersebut mengundang perhatian dari  kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora. Mulyono, Aggota Fraksi PKS DRPD Blora, mendesak dari aparat penegak segera melakukan penertiban keberadaan kafe liar tersebut. Sebab Mulyono beranggapan, keberadaan kafe liar tersebut akan berdampak negatif bagi masyarakat. 
”Untuk menguarnagi dampak negatif maka harus segera ditutup,”  kata Mulyono.

Dirinya mengaku prihatin dengan menjamurnya kafe liar di Blora. Politisi PKS ini menambahkan baru-baru ini, dengan ditutupnya kafe liar di Kabupaten Grobogan, para Pemandu Karaoke (PK) serta pengusaha diduga berpindah ke Blora. ”Ada juga indikasi ekpansi penghuni dari Doly Surabaya ke Blora,” ungkapnya. 

Dia melanjutkan, bukan hanya masalah kafe, penjualan minuman keras juga secara terang-terangan dilakukan.. Salah satunya di Taman Seribu Lampu. ”Di taman nomor 6, secara terang-terangan minuman oplosan dijual bebas. Seharusnya sesegera mungkin ada razia dari aparat secara kontinyu,” pungkasnya. (Teg-Koma | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved