Blora on News :
Home » , , » Jaga Kesuburan Tanah, Petani Hutan di Blora Dilarang Menggunakan Pestisida

Jaga Kesuburan Tanah, Petani Hutan di Blora Dilarang Menggunakan Pestisida

infoblora.com on Apr 30, 2015 | 1:00 AM

Petani hutan sedang memanen padi yang ditanam di sela tegakan hutan jati, mereka dilarang menggunakan pestisida agar
kesuburan tanah hutan tidak rusak karena bahan kimia.
BLORA. Petani yang diberikan kesempatan bercocok tanam di kawasan hutan di Blora dilarang menggunakan bahan pestisida (kimia). Hal itu dilakukan agar kesuburan tanah pada lahan hutan tetap terjaga. Selain itu, hasil panen yang dihasilnya terbebas dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan manusia. 

Tak hanya di kawasan hutan, para petani yang biasa menggarap lahan pertanian di kawasan hutan itupun diharapkan tidak menggunakan pestisida saat bercocok tanam memanfaatkan pekarangan rumah.

Mereka mendapatkan pelatihan yang digelar Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sidodadi Mulya, Desa Ngliron, Randublatung, bekerja sama dengan Kantor Ketahanan Pangan Blora dan Perhutani, Rabu (29/4).

Pelatihan bertajuk ’’Peningkatan Kemandirian bagi Kelompok Wanita Tani Hutan’’ itu diikuti 25 anggota wanita tani hutan bimbingan LMDH Sidodadi Mulya. Mereka dilatih untuk memanfaatkan potensi pekarangan rumah masing-masing dengan berbagai tanaman sayuran untuk kebutuhan sehari-hari.

’’Pelatihan tahap pertama mereka diajari pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam berbagai sayuran untuk pemenuhan gizi keluarga.Adapun pelatihan tahap kedua mereka dilatih ketrampilan membuat aneka makanan yang berbahan baku nonpabrikan yang ditanam di sekitar hutan,’’ ujar Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Blora, Mashudi. 

Dalam budi daya tanaman sayuran pada pekarangan rumah, mereka dianjurkan untuk tidak menggunakan pestisida. Karena hal tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia.

’’Jika di kawasan hutan, Perhutani bersama dengan instansi terkait melakukan pengawasan penggunaan pestisida terhadap para pesanggem yang menanam palawija, maka di lingkungan rumah pun larangan tersebut juga berlaku. Karena ini menyangkut kesehatan keluarga,’’katanya.

Humas Perhutani Randublatung, Andan Subiyantoro menuturkan, guna mendukung program kedaulatan pangan nasional, selain mengoptimalkan lahan di luar kawasan hutan, juga secara aktif mengajak para petani hutan untuk memanfaatkan lahan kawasan hutan dengan cara melakukan tanaman tumpangsari pada lahan milik Perhutani. ’’Sekitar 80 persen kebutuhan pangan dihasilkan dari lahan pertanian dan sisanya bisa dilakukan di kawasan hutan,’’ tandasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork|Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved