Blora on News :
Home » , , » Giling Tahun 2015, Pabrik Gula GMM Pastikan Semua Tebu Petani Blora Terserap

Giling Tahun 2015, Pabrik Gula GMM Pastikan Semua Tebu Petani Blora Terserap

infoblora.com on Apr 3, 2015 | 2:00 AM

Presiden Direktur PT.GMM Kamajaya (tengah) menyampaikan komitmen PG.Blora yang tetap mengutamakan penyerapan tebu petani Blora di musim giling 2015 ini.
BLORA. Pabrik Gula (PG) Blora akan memulai musim giling tebu tahun 2015. Belum lama ini pihak PT.Gendhis Multi Manis sebagai operator telah menggelar sosialisasi rencana giling tebu yang dihadiri Bupati Djoko Nugroho beserta jajaran pemerintahan Kabupaten Blora.

Di depan Bupati Blora, Presiden Direktur PT.GMM Kamajaya menyampaikan bahwa PG.Blora tetap pada komitmen awal untuk menyerap semua tebu hasil petani Blora. “Tahun 2015 ini kami pastikan semua tebu petani Blora akan terserap di pabrik. Sebelumnya pada 2014 memang ada kendala pada boiler mesin yang bermasalah sehingga pabrik tidak bisa menyerap tebu petani secara maksimal. Namun kini alat sudah selesai dibenahi dan siap giling,” bebernya.

“Sosialisasi ini diselenggarakan juga terkait tingginya permintaan giling tebu dari petani luar Kabupaten Blora. Jadi saya tegaskan bahwa kita prioritasnya menghabiskan tebu yang ada di Kabupaten Blora dahulu dengan target giling minimum 500 truk perhari yang berkapasitas 6,5 hingga 7 ton per truk. Insya Allah jika bisa 700 truk per hari maka kita bisa giling 4000 ton tebu per hari,” tambahnya.

Mendengar penjelasan Kamajaya, Bupati Djoko Nugroho mengungkapkan perasaan bahagianya karena dari paparan yang diberikan oleh PT. GMM disebutkan bahwa GMM akan menampung seluruh tebu milik petani Blora. Hal ini tentu akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Blora, khususnya petani tebu.

Djoko Nugroho juga menyampaikan klarifikasinya atas kabar yang menyebutkan bahwa pencemaran air yang terjadi pada Waduk Bentolo di sekitar lokasi pabrik itu bukan disebabkan oleh keberadaan Pabrik Gula Blora. Djoko Nugroho meminta agar isu ini tidak dijadikan sebagai komoditas politik. Masyarakat dan Pemerintah harus bersatu padu memajukan Kabupaten Blora melalui pembangunan.

Menyinggung mengenai jalan yang bisa rusak karena dilalui truk-truk tebu, Djoko Nugroho melarang mengangkut tebu dengan menggunakan truk fuso. “Saya melarang pengangkutan tebu dengan menggunakan truk fuso. Saya larang. Karena resiko kerusakan jalan jadi semakin besar dan hal ini tentu akan membawa dampak negatif bagi pengguna jalan yang lain” tegasnya.

Bupati Blora dan rombongan meninjau tempat giling tebu di lokasi pabrik.
Djoko Nugroho juga meminta kepada Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) dan Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) untuk merangkul semua petani tebu yang belum tersentuh dan melakukan pendampingan manajemen terhadap para petani tebu tersebut, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan petani.

“Saya ingatkan kepada APTRI dan KPTR bahwa pabrik gula ini untuk kesejahteraan kita semua. Bukan untuk kelompok atau golongan. Insya Allah bila semua tebu Blora terserap, maka IPM Kabupaten Blora dari peringkat 33 pada tahun 2010, kemudian naik ke peringkat 28 pada tahun 2013 yang lalu akan dapat meningkat lagi. Karena sebab itulah Pabrik Gula Blora didirikan,” ujarnya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Samgautama Karnajaya Kepala Bappeda Blora, Maskur Kepala Disperindagkop dan UMKM Blora dan Reni Miharti Kepala Dintanbunakikan Blora. Setelah mengikuti sosialisasi, Bupati dan rombongan menyempatkan diri untuk berkeliling melihat kesiapan mesin-mesin pabrik menghadapi musim giling 2015.

Untuk diketahui, pembangunan Pabrik Gula Blora ini merupakan pabrik gula yang pertama dibangun di Pulau Jawa sejak tahun 1984. Dengan diadakannya sosialisasi ini, Kamajaya mengungkapkan betapa Bupati Blora sangat mendukung berdirinya pabrik gula ini untuk menyokong ekselerasi pembangunan di Kabupaten Blora. (Jo-infoblora)
Share this article :

3 komentar:

ani samin said...

Tak delok janjimu.nak mbenjani janji disegel petani tebu bloro

papafiacom said...

Prettt .... tahun kemaren saja petani disia - sia kan Cuma untuk PENCITRAAN para kampret .... kesana kemari bingung cari pembuangan tebu

Mau SULAP an? dalam 1/2 tahun :
-bisa GILING 4000 Ton / hari?
-bisa nyerap semua komoditas tebu Blora?

Infrastruktur Gilingan saja sengaja DIBUAT untuk menyulitkan PETANI dan SOPIR .... namanya kerusakan Boiler di pabrik lain paling LAMA SEKALI 2 minggu pasti beres ... MAsak sampai 1 musim panen tidak selesai2 .... jelas saja Kalau TIDAK DISENGAJA ... berarti memang RENCANA BESAR nya mungkin memang tidak Menggiling Gula TANI tapi Gula RAFINASI

Sompret

papafiacom said...
This comment has been removed by the author.
 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved