Blora on News :
Home » , » Drainase Tak Berfungsi Maksimal, Cepu Kembali Terendam Banjir Genangan

Drainase Tak Berfungsi Maksimal, Cepu Kembali Terendam Banjir Genangan

infoblora.com on Apr 5, 2015 | 8:11 PM

Banjir genangan kerap merendam Jl.Stasiun Kota wilayah Ngareng Kecamatan Cepu akhir-akhir ini saat hujan deras turun.
BLORA. Tidak maksimalnya fungsi drainase dan pendangkalan sungai di Kecamatan Cepu diduga menjadi pemicu timbulnya banjir genangan saat hujan deras turun. Bahkan setiap hujan deras turun, beberapa jalan protokol di Cepu menjadi langganan banjir.

Anton Moedji, Komandan Satgana PMI Cepu menjelaskan bahwa seringnya banjir genangan di Cepu banyak diakibatkan tersendatnya saluran air dan pendangkalan sungai. “Saluran air yang tidak berfungsi maksimal, sementara curah hujan yang turun begitu derasnya. Sehingga otomatis menimbulkan banjir genangan di jalan raya,” katanya kemarin.

“Seperti hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu pada Jumat (3/4) lalu itu sempat membuat banjir genangan yang cukup parah di wilayah Jl.Stasiun Kota, Ngareng, Tuk Buntung dan Taman Seribu Lampu Cepu. Ketinggian air cukup tinggi, sekitar 40 cm. Tidak seperti banjir genangan sebeumnya,” jelas Anton Moedji.

Akibat genangan air ini, menyebabkan kemacetan cukup parah. Sejumlah sepeda motor berhenti karena mesinnya mati. Begitu juga dengan kendaraan roda empat, yang sebelumnya parkir di pinggir jalan, akhirnya dipindah ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air.

Satgana PMI Cepu dan Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora yang datang di lokasi langsung mengambil tindakan dengan mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan. Dengan sistem buka tutup arus lalau lintas dapat dikendalikan, tapi masih saja ada beberapa masyarakat yang nekat menerobos sehingga sampai di tengah genangan akhirnya mogok.

Anton Moedji mengakui bahwa baru kali ini debit air cukup cepat bertambah. “Karena debit air yang semakin meningkat maka kami mengambil inisiatif untuk mengalihkan jalur, yaitu untuk sepeda, sepeda motor, becak dan bentor kami lewatkan gang di stasiun kota sedangkan untuk kendaraan roda empat dan kendaraan berat kami arahkan untuk putar balik melalui Jalan Pemuda dan Jalan Gajah Mada,” jelas Anton.

Ditempat  terpisah anggota BPBD Blora Agung Tri menuturkan, Ngareng sudah menjadi langganan banjir jika Cepu diguyur hujan lebat minimal 2 jam. “Saya bersama rekan-rekan Satgana PMI Cepu selalu mengambil inisiatif melakukan assessment jika terjadi hujan yang tak kunjung reda. Dengan maksud mengurangi resiko bencana ya minimal bisa membantu warga yang terkena dampak banjir, pengguna jalan yang akan melintas di jalan-jalan yang tergenang. Saya berharap pihak terkait seperti Satpol PP dan Ormas lainnya bisa bersinergi jika terjadi bencana, pungkas Agung Tri. (rs-infoblora)
Share this article :

1 komentar:

Choirotin Uma Farida said...

JIKA MEMANG DRAINASE yg mjd penyebabnya, kenapa sistem drainasenya tidak diperbaiki saja? buknkah hal itu jauh lebih baik daripada terjadi kerugian akibat banjir.

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved