Blora on News :
Home » , » Dikeluhkan Warga, Keberadaan Parkir Liar di Kecamatan Cepu Segera Ditertibkan

Dikeluhkan Warga, Keberadaan Parkir Liar di Kecamatan Cepu Segera Ditertibkan

infoblora.com on Apr 2, 2015 | 12:00 AM

Keberadaan parkir liar di beberapa jalan protokol Kecamatan Cepu dikeluhkan warga. Pihak Kecamatan kedepan akan melakukan penertiban.
BLORA. Maraknya tukang parkir liar dan penataan yang kurang rapi segera diatasi. Pihak pemerintah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, bersama dinas terkait segera melakukan penertiban.

Camat Cepu Mei Naryono telah mendapat informasi tentang kesemrrawutan perpakiran di kota minyak tersebut. “Ada beberapa yang liar,” ujar Mei Naryono di Cepu,kemarin. 

Kurangnya perhatian dinas terkait dalam menata tempat parkir jalan protokol di keluhkan sejumlah masyarakat. Pasalnya, selain retribusi yang tidak sesuai, tukang parkir semakin menjamur. Akibatnya saat ini muncul julukan. Kota Cepu sudah menjadi kota parkir. Pasalnya, di setiap toko maupun jalan protokol yang ada hampir 90 persen ditarik biaya parkir.

Hal ini mengakibatkan sebagian warga Cepu merasa malas bepergian. “Kadang, belum dapat barang yang di cari harus terkena parkir,” ujar Wawan, warga Cepu. Dia mengaku pernah ditarik retribusi parkir Rp 2.000 dari petugas parkir yang berada di sebarang pintu masuk komplek pasar Plaza Cepu. 

”Retribusi parkir hanya Rp. 500. Namun di lapangan, banyak yang tidak tega dan kadang memberi lebihan,” tutur Solichin, salah satu tukang parkir di bawah naungan UPT Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informasi (UPT DPPKKI) wilayah Cepu. 

Dia tidak memungkiri pengelolaan yang kurang baik bisa dilihat dari penampilan tukang parkir yang hampir tidak bisa dibedakan, mana yang resmi dan mana yang liar.

Mei Naryono menjelaskan, berdasarkan data dari Kepala UPT Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informasi (DPPKKI) Cepu, Agus Sungkowo, jumlah lokasi parkir di Kota Cepu dalam pengawasannya sejumlah 65 titik.

Dari 65 titik tersebut setiap bulannya menyetor sesuai ketentuan. Target parkir di setiap area berbeda tergantung ramai dan sepinya tempat tersebut. Dia menjelaskan, tempat parkir yang dikelola hanya tempat parkir yang berada di tiap bahu jalan protokol. Asapun untuk pasar dan toko modern tidak bukan hak kelolanya.

”Kebanyakan yang ada di jalan-jalan protokol,” tutur dia yang mengaku adanya agenda rutinan penataan petugas parkir “Kami sudah koordinasi dengan Pak Agus Sungkowo. Beliau segera mengundang petugas parkir d Cepu,” tutur Mei.

Tingginya tarif parkir kendaraan di Stasiun Besar Cepu juga dikeluhkan warga. Selain nilai biaya di atas rata-rata, hanya lewat pun harus membayar tarif parkir yang telah ditentukan. Menurut keterangan yang dihimpun, sekali masuk tempat parkir, kedaraan mobil maupun motor dikenakan biaya Rp 3.000. Kendaraan berada di parkir lebih dari 6 jam, dikenakan biaya Rp 8.000.

Jika menitipkan selama 24 jam, dikenakan biaya Rp 16.000. Penetapan biaya parkir di depan stasiun sebesar Rp 3.000, berbeda di tempat kepentingan publik yang lain. Selisih biaya parkir PT KAI dengan ruang parkir yang ikut aturan Pemda sekitar Rp 1.000 Alasan mahalnya biaya tersebut karena besarnya biaya kontrak dan biaya operasional. (di-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved