Blora on News :
Home » , » Cuaca Ekstrim, BPBD Kabupaten Blora Minta Warga Tetap Waspada

Cuaca Ekstrim, BPBD Kabupaten Blora Minta Warga Tetap Waspada

infoblora.com on Apr 25, 2015 | 1:30 AM

Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan, Kedungtuban dan Cepu akhir-akhir ini debitnya cenderung fluktuatif, terkadang naik dan turun. Warga disekitar badan sungai diminta waspada jika sungai meluap.
BLORA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim berupa hujan deras yang mengguyur Blora belakangan ini. Selain banjir, hujan deras bisa juga menyebabkan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora Sri Rahayu mengemukakan, banjir yang kerap terjadi bukan hanya kerena meluapnya air sungai bersamaan dengan guyuran hujan deras. Melainkan juga lantaran buntunya drainase atau saluran air selokan di sekitar pemukiman warga. 

“Biasanya saat hujan deras, air menggenang di mana-mana. Tersumbatnya drainase menjadi salah satu penyebabnya. Karena itu, masyarakat semestinya membersihkan drainase tersebut bersama-sama tanpa harus menunggu petugas yang melakukan,” ujarnya, Jumat (24/4) kemarin.

Dia menyebutkan, cuaca ekstrim saat ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Blora. Menurutnya, hujan deras yang kerap mengguyur wilayah Blora harus diwaspadai. Dari pemantauan BPBD selama ini, kata Sri Rahayu, sejumlah rumah warga termasuk sarana dan prasarana umum seperti jembatan ada yang rusak karena guyuran hujan tersebut. 

“Karena itu kami mengimbau, jika turun hujan deras, masyarakat harus waspada, baik terhadap banjir maupun tanah longsor,” katanya.

Sementara itu, seiring dengan banjir yang terjadi wilayah hulu Bengawan Solo seperti di Kota Solo, Kamis (24/4), BPBD Blora langsung melakukan pemantauan debit air Bengawan Solo.

Dari pemantauan sementara yang sudah dilakukan, Sri Rahayu menuturkan debit air Bengawan Solo di wilayah Blora dalam kondisi aman. Kalaupun ada peningkatan debit air, tidak signifikan. “Saat musim hujan seperti sekarang ini debit air Bengawan Solo fluktuatif, kadang naik kadang turun,” ujarnya.

Meski tinggi muka air (TMA) masih dalam taraf aman, namun BPBD tetap meminta masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo untuk tetap waspada. BPBD pun selalu menugaskan sejumlah stafnya untuk memantau perkembangan debit air sungai terpanjang di Jawa tersebut. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved