Blora on News :
Home » , » BPBD Blora Terus Pantau Ketinggian Air Bengawan Solo di Kradenan-Kedungtuban-Cepu

BPBD Blora Terus Pantau Ketinggian Air Bengawan Solo di Kradenan-Kedungtuban-Cepu

infoblora.com on Apr 6, 2015 | 11:00 AM

Air Bengawan Solo di pesisir Kecamatan Kradenan kemarin terus naik hingga tepi tanggul. Masyarakat diminta tetap waspada mengingat curah hujan di daerah hulu masih tinggi.
BLORA. Debit air Bengawan Solo yang melintasi wilayah Blora mengalami peningkatan sejak dua hari terakhir. Meski tinggi muka air (TMA) masih dalam taraf aman. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo untuk tetap waspada. BPBD pun menugaskan sejumlah stafnya untuk memantau perkembangan debit air sungai terpanjang di Jawa tersebut.

“Debit air naik karena di daerah hulu sungai turun hujan cukup deras. Tapi kondisinya masih aman,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora, Sri Rahayu.

Selain turun hujan lebat di daerah hulu, debit air Bengawan Solo meningkat karena dibukanya pintu air waduk Gajah Mungkur di Wonogiri. Pintu air dibuka karena kapasitas atau daya tampung waduk terbatas. Dibukanya pintu air agar waduk tetap aman.

“Debit air Bengawan Solo akan turun manakala di daerah hulu seperti di Solo, Karanganyar tidak turun hujan lebat,” kata Sri Rahayu.

Meski begitu, Sri Rahayu mengemukakan, kewaspadaan terhadap banjir akibat meluapnya air sungai Bengawan Solo tetap harus dilakukan, terutama bagi masyarakat yang bermukim sekitar DAS Bengawan Solo.

Apalagi saat ini musim hujan masih berlangsung. Hanya saja dia menyebutkan seiring telah dibangunnya tanggul di DAS Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, potensi terjadinya banjir menjadi berkurang. “Tentu kita semua tidak mengharapkan adanya banjir. Namun semua potensi bencana banjir itu harus tetap diwaspadai,” ujar Sri Rahayu.

Sementara itu, Agung Tri salah satu petugas BPBD Blora mengungkapkan bahwa pihaknya kemarin telah melakukan cek lapangan di 3 kecamatan yang wilayahnya dilalui aliran Sungai Bengawan Solo. "Saya dan teman-teman keliling dari Kecamatan Kradenan, Kedungtuban hingga Cepu untuk memastikan debit Bengawan Solo masih dalam batas aman. Namun tidak menutup kemungkinan keadaan tersebut berubah, sehingga masyarakat diminta tetap waspada," pungkasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved