Blora on News :
Home » , » BLK Blora Adakan Pelatihan Bagi 94 Calon Tenaga Kerja Selama Sebulan

BLK Blora Adakan Pelatihan Bagi 94 Calon Tenaga Kerja Selama Sebulan

infoblora.com on Apr 17, 2015 | 12:30 AM

Bupati Blora Djoko Nugroho (kiri) menyematkan tanda peserta pelatihan ketrampilan yang diadakan BLK Disnakertransos, kemarin.
BLORA. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Blora kembali menggelar pelatihan bagi calon tenaga kerja. Pelatihan pertama pada tahun anggaran 2015 itu diikuti 94 peserta.
Mereka akan dilatih keterampilan menjahit, bordir, servis handphone, las, otomotif roda dua dan roda empat. ‘’Pelatihan digelar selama satu bulan,’’ ujar Kepala Dinas Nakertransos, Chris Hapsoro AW, kemarin.

Menurutnya, setiap tahun BLK memprogramkan dua kali pelatihan calon tenaga kerja dengan dana yang dianggarkan dalam APBD Blora. Pelatihan gelombang kedua direncanakan akan dilaksanakan setelah Idul Fitri.

Sejumlah instruktur berpengalaman didatangkan dalam pelatihan tersebut. ‘’Kami berharap melalui pelatihan, mereka yang menjadi peserta nantinya memiliki keterampilan sesuai bidang yang diminati,’’ tandasnya.

Selain akan mempermudah mereka diterima menjadi tenaga kerja di sejumlah perusahaan, melalui pelatihan itu juga diharapkan mereka bisa mandiri dengan membuka usaha sesuai keterampilannya. Pelatihan tahap pertama dibuka Bupati Blora Djoko Nugroho di Pendapa rumah dinas bupati.

Dalam sambutannya, Bupati meminta Dinas Nakertransos bisa mencetak tenaga kerja terampil dan berdaya saing. ‘’Jangan sampai setelah mengikuti pelatihan mereka masih sulit mencari pekerjaan dikarenakan keterampilan yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan,’’katanya.

Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha. Kerja sama yang baik akan terbangun persepsi yang sama antara dunia kerja dengan dinas. Perlu identifikasi kebutuhan dan peluang kerja di lapangan yang dibutuhkan, sehingga BLK bisa menyiapkan pelatihan sesuai dengan standarisasi perusahaan.

Terlebih lagi menyongsong Era Perdagangan Kawasan ASEAN (AFTA) menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pencari kerja, dimana tenaga kerja dari luar bisa bekerja di Indonesia. ‘’Maka, generasi muda harus membekali diri siap berkompetisi dengan tenaga kerja asing, jangan sampai menjadi penonton,’’ katanya.

Investasi di suatu wilayah, kata dia, dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satu yang paling penting adalah posisi daerah. Kabupaten Blora posisinya tidak di jalur utama. Bupati mencontohkan produksi jagung di Blora nomor dua se-Jateng. Namun belum ada investor yang mau menanamkan modal untuk mengolah produk jagung tersebut.

Populasi sapi di Blora terbanyak di Jawa Tengah namun belum diminati investor untuk mengembangkan potensi tersebut. Itu terjadi karena letak Blora yang kurang strategis sehingga menambah biaya transportasi. ‘’Maka kita jangan hanya berpangku tangan menunggu investor datang ke Blora.

Tugas pokok agar bisa mandiri adalah pemberdayaan masyarakat,’’tandasnya. Menurutnya, Pemkab Blora mendorong industri kreatif tumbuh dan berkembang di masyarakat, sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved