Blora on News :
Home » , » Yudhi Sancoyo : Siapkan SDM Pedesaan Untuk Kelola Kucuran Dana Desa

Yudhi Sancoyo : Siapkan SDM Pedesaan Untuk Kelola Kucuran Dana Desa

infoblora.com on Mar 20, 2015 | 9:00 AM

Yudhi Sancoyo mantan Bupati Blora yang kini menduduki wakil komisi B DPRD Jawa Tengah melakukan reses di Desa Tempurejo Kec.Bogorejo kemarin. Dalam kesempatan itu ia meminta desa-desa mempersiapkan diri mengelola dana desa.
BLORA. Pemerintah desa diminta serius menyiapkan diri mengelola dana desa yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, RM Yudhi Sancoyo mengemukakan, seiring diberlakukannya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, desa akan mendapatkan kucuran dana cukup besar, jumlahnya bisa mencapai Rp 750 juta per tahun.

Menurutnya, jika dana tersebut tidak dikelola dengan baik dan penggunaannya tidak diawasi dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan. ’’Oleh karena itu sumber daya manusia (SDM) di desa yang nantinya mengelola dana tersebut harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Jangan sampai terjadi penyelewengan. Karena itu juga perlu dikawal,’’ ujarnya, kemarin.

Pernyataan itu sempat pula dikemukakan RM Yudhi Sancoyo yang juga mantan Bupati Blora, saat reses di Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo. Menurutnya, anggaran untuk desa yang cukup besar itu digunakan untuk berbagai keperluan dalam rangka pembangunan di desa. Mulai dari akses pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur.

Yudhi Sancoyo yang juga ketua Partai Golkar Blora menyatakan, untuk menggunakan dana-dana yang diperuntukan bagi desa, pemerintah desa terlebih dahulu harus menyusun perencanaan. ’’Itu sesuai yang diamanatkan dalam pasal 79 dan 80 UU nomor 6/2014,’’katanya.

Dalam pasal 79 dan 80 disebutkan bahwa Pemerintah Desa menyusun perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembangunan kabupaten/ kota. Perencanaan pembangunan desa itu disusun secara berjangka mulai dari jangka menengah enam tahun hingga rencana pembangunan tahunan.

Rencana pembangunan jangka menengah desa dan rencana kerja pemerintah desa ditetapkan dengan Peraturan Desa. Perencanaan pembangunan desa diselenggarakan dengan mengikutsertakan masyarakat desa. 

Dalam reses tersebut, Yudhi Sancoyo mengkritisi program penerbitan kartu tani yang diluncurkan Pemprov Jateng. Menurutnya, jumlah petani di Jateng mencapai jutaan orang. Sehingga diperlukan dana besar hanya untuk menerbitkan kartu tani tersebut. ’’Setelah kami kritisi, kartu tani diubah menjadi kartu kelompok tani,’’katanya.

Yudhi Sancoyo mengatakan, kartu kelompok tani itu pun sejatinya hanya sebagai legitimasi rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk memenuhi kebutuhan pupuk kelompok tani.

Selain mengkritisi kartu kelompok tani, Yudhi Sancoyo mengungkapkan, hingga kini masih dijumpai petani Blora dan daerah lain††di Jateng yang menjadi buruh tani. Hal itu disebabkan sejumlah indikator. Diantaranya gagal panen akibat serangan hama atau††menurunnya harga panen seperti gabah dan jagung sehingga mereka lebih memilih buruh saja ketimbang harus berspekulasi.


’’Ini tugas pemerintah, bantu petani. Kalau harga panen turun bagaimana caranya menaikkan, kalau harga naik bagaimana agar bisa stabil,’’ pungkasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved