Blora on News :
Home » , » Selain Proyek SPAM, Pemkab Blora Diminta Cari Sumber Baru Untuk Pasok Air Bersih

Selain Proyek SPAM, Pemkab Blora Diminta Cari Sumber Baru Untuk Pasok Air Bersih

infoblora.com on Mar 30, 2015 | 4:00 AM

Dua buah alat berat sedang menggali tanah untuk menimbun pipa jaringan SPAM (Sistem Penyedia Air Minum) di Jl.Cepu-Blora. 
BLORA. Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp 135 miliar tahun ini dilaksanakan di Blora. Proyek yang dana dan pelaksanaannya dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum itu memanfaatkan air baku dari Sungai Bengawan Solo yang mengalir di Kecamatan Cepu. Air disedot ke daratan.

Kemudian dialirkan melalui pipa ukuran besar melewati enam kecamatan di Blora itu, yakni Kecamatan Cepu, Sambong, Jiken, Jepon, Bogorejo dan Kecamatan Blora Kota. Dengan pengolahan sedemikian rupa, air itu selanjutnya menjadi air bersih dan siap didistribusikan ke rumah pelanggan PDAM.

Debit air direncanakan 200 liter perdetik, namun ditahap awal debitnya 100 liter per detik. Pada tahap awal pula sebanyak 8.000 rumah tangga akan menikmati air bersih dari proyek tersebut. Jumlah tersebut akan menambah jumlah pelanggan PDAM selama ini.
Pemkab Blora diharuskan membangun pipa jaringan air bersih sambungan rumah yang menghubungkan pipa induk SPAM menuju rumah calon pelanggan air bersih.

Pemkab menyakini jika proyek itu rampung, maka krisis air bersih yang biasanya dialami masyarakat setiap tahun saat musim kemarau, bakal segera teratasi. Namun Blora bukan terdiri dari enam kecamatan saja. Masih ada 10 kecamatan lainnya di Blora yang masyarakatnya juga butuh air bersih.

Memang, warga di sebagian dari 10 kecamatan itu selama ini juga telah bisa menikmati air bersih dari PDAM ataupun sumur yang berada di rumah mereka. Namun, saat musim kemarau, mereka juga merasakan sulitnya mendapatkan air bersih seiring berkurangnya debit air.

Sebagai sesama warga Blora, mereka juga ingin merasakan pasokan air bersih yang lancar sepanjang tahun, seperti yang akan dinikmati warga di enam kecamatan yang menjadi sasaran proyek SPAM. Atau dengan kata lain, jangan sampai terjadi kecemburuan.

Kartono, salah seorang warga Kunduran mengusulkan agar Pemkab mencari sumber-sumber air potensial yang bisa menjadi air baku baru bagi PDAM di wilayah kecamatan yang tidak terjangkau proyek SPAM. Air tersebut selanjutnya diolah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah setempat.

Di Kecamatan Todanan misalnya. Di situ ada sumber air Sendangputri. Konon sumber air di tempat itu debitnya cukup besar. Sumber air tersebut mengalir juga ke wilayah Kabupaten Grobogan dan dimanfaatkan warga di Kecamatan Ngaringan.

”Ada baiknya memanfaatkan air baku dari Sendangputri daripada menggunakan air dari Waduk Bentolo yang kualitasnya kini kurang bagus,” ujarnya.

Persoalan pemerataan pasokan air bersih pascaproyek SPAM selesai kelak tidak luput pula dari pemikiran Bupati Djoko Nugroho. Menurutnya, proyek SPAM yang nilai anggarannya terbesar diantara proyek sejenis di Indonesia bisa menjadi berkah bagi masyarakat Blora.

”Masyarakat di Kecamatan Bogorejo nantinya juga bisa menikmati air bersih dari proyek tersebut,” tandasnya.

Djoko Nugroho memastikan warga yang bermukim di luar enam kecamatan yang dilalui proyek SPAM, juga akan bisa menikmati pasokan air bersih PDAM. Hanya saja sumber air bakunya bukan berasal dari sungai Bengawan Solo sebagaimana proyek SPAM. Melainkan dari sumber lainnya.

”Selama ini juga seperti itu. Ada sumber-sumber air baku yang diambil dari wilayah sekitar. Waduk Bentolo sudah dikuras belum lama ini. Mudah-mudahan akan menjadi lebih baik,” ujarnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved