Blora on News :
Home » , » Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Embung Keruk Randublatung Dikebut

Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Embung Keruk Randublatung Dikebut

infoblora.com on Mar 4, 2015 | 3:00 AM

Kasi Intel Tarni Purnomo (kanan) bersama Lurah Randublatung (dua dari kiri) dan tim meninjau kondisi bangunan fisik di tepi Embung Keruk Randublatung belum lama ini.
BLORA. Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan embung keruk di Randublatung, Kecamatan Randublatung terus berjalan. Kejari Blora menargetkan, kasus senilai Rp 3,8 miliar tersebut sudah masuk ke pengadilan di tahun ini. Keyakinan pihak kejaksaan diperkuat dengan sudah dikeluarkannya surat perintah penyelidikan.

Kajari Blora Mochamad Djumali menjelaskan, tim jaksa sudah mendatangi pihak terkait untuk mengusut dugaan penyimpangannya. Kejaksaan juga mendatangi ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kota Surakarta, sebagai bagian dari proses penyelidikan. Di BBWS Bengawan Solo, kejari ingin mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

”Dengan demikian, kami tidak salah panggil siapa saja yang nanti diminta memberikan keterangan. Lantaran, kuasa pengguna anggaran proyek itu di BBWS,” kata Djumali.

Selain ke Kota Surakarta, tim kejari yang dipimpin Kasi Intel Tarno Purnomo juga sudah datang ke lokasi embung. Dari lokasi, pihak kejaksaan berhasil mengumpulkan data-data pendukung.

”Dengan langkah yang sudah berjalan ini, kami menargetkan (kasus) bisa masuk pengadilan dan disidangkan,’’ lanjut kajari.

Dugaan penyimpangan di proyek ini antara lain pengerukan embung yang tidak maksimal. Seharusnya, pengerukan dilakukan minimal sedalam 1,25 meter. Akan tetapi, dari hasil penyelidikan diketahui, pengerukan hanya sekitar 80 sentimeter. Di samping itu, talud luar di sebelah kanan tanggul embung juga tidak dibangun di bawah tanggul yang sekaligus berfungsi sebagai jalan itu, hanya dipasang pancangan batu berjajar sepanjang tanggul.

Kajari menilai, kualitas bangunan proyek ini juga buruk. Pihaknya menemukan adanya pondasi talud dengan badan bendungan tidak menyatu. Rangka besi masing-masing bangunan juga hanya dijejerkan saja tanpa dikaitkan.

Terpisah, Lurah Randublatung Sutaat Hadi Prayitno membenarkan buruknya kualitas bangunan embung tersebut. Pihaknya sudah sering meminta agar proyek diperbaiki. ”Kami selalu minta agar segera diperbaiki bagian-bagian yang rusak. Namun, sekarang belum dilakukan,” ujarnya. (Sundoyo-Murianews | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved