Blora on News :
Home » , , » Pemkab Blora Sosialisasikan Pembangunan Pasar Todanan, Kunduran, Ngawen dan Mulyorejo

Pemkab Blora Sosialisasikan Pembangunan Pasar Todanan, Kunduran, Ngawen dan Mulyorejo

infoblora.com on Mar 17, 2015 | 12:30 AM

Sejumlah pedagang Pasar Todanan mengikuti sosialisasi pembangunan pasar yang dihadiri Bupati Djoko Nugroho, belum lama ini.
BLORA. Pemkab Blora melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) mulai mensosialisasi revitalisasi pembangunan di sejumlah pasar tradisional yang akan dilaksanakan tahun ini.

Setidaknya, ada tiga pasar kecamatan dan satu pasar desa yang akan direvitalisasi dengan dana total sekitar Rp 5 miliar. Pasar kecamatan yang akan di revitaliasasi pada 2015 ini seperti Pasar Kecamatan Todanan, Kunduran dan Ngawen. Sedangkan untuk pasar desa di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu.

’’Sudah dua pasar kecamatan yang kami lakukan sosialisasi khususnya kepada perwakilan sejumlah pedagang, agar nantinya proses revitalisasi bisa berjalan dengan baik, yakni di Pasar Todanan dan Pasar Kunduran,’’ujar Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, Maskur, kemarin. 

Salah satu tujuan dilakukan revitalisasi untuk menata ulang pasar kumuh, tidak sehat, menjadi memenuhi standar kesehatan pedagang dan pembeli. Diharapkan dengan dibangunnya pasar Todanan dan Kunduran, maka semua pedagang yang berjualan di luar akan bisa tertampung di dalam.

Dengan demikian, tidak menimbulkan kemacetan karena memiliki parkir luas dan pasar akan kelihatan tertata rapi. ’’Dengan sosialisasi ini maka pedagang akan tahu. Nantinya masyarakat ikut mengawasi proyek serta bisa mencarikan opsi di mana pedagang direlokasi,’’ katanya.

Dia mengaku, jumlah pedagang di pasar kecamatan banyak, sehingga dengan komunikasi dan musyawarah yang intensif bisa menerima program itu. ’’Mohon paguyuban kami dibantu mengawasi jika pekerjaan tidak bagus dan tidak sesuai gambar dilaporkan,’’ katanya.

Bupati Djoko Nugroho mengingatkan jangan sampai pembangunan pasar yang awalnya bertujuan baik menjadi isu yang simpang siur. ’’Untuk kios tidak bayar. Sengaja saya datang dalam sosialisasi agar pedagang dan masyarakat tahu persis apa yang terjadi,’’katanya.

Dia meminta, rencana relokasi dan penataan pedagang harus diperhatikan dengan waktu pelaksanaan proyek. Pemkab akan menambah fasilitas pendukung seperti penerangan lampu jalan. Kalau pasar tradisional bersih aktifitas jual beli berlangsung baik.

Pedagang dan pembeli juga akan lebih nyaman. ’’Pasar tradisional selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, dengan kondisi pasar yang semakin baik maka geliat ekonomi juga akan ikut tumbuh,’’ katanya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved