Blora on News :
Home » , , » Melebihi HET, Harga Elpiji Melon di Todanan Mencapai Rp 19 Ribu

Melebihi HET, Harga Elpiji Melon di Todanan Mencapai Rp 19 Ribu

infoblora.com on Mar 28, 2015 | 12:30 AM

Seorang penyalur gas elpiji melon sedang menurunkan muatan di
Kecamatan Todanan, kemarin.
BLORA. Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah menetapkan besaran Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji melon 3 Kg seharga Rp 16.000,- ternyata di lapangan masih banyak pedagang yang belum mematuhinya. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Todanan.

Supariyem (50) seorang ibu rumah tangga warga Desa Ketileng Kecamatan Todanan mengungkapkan bahwa harga elpiji melon di warung sekitar rumahnya masih dijual kisaran Rp 17.000,- hingga Rp 19.000,-. “Orang desa tidak begitu paham dengan HET mas, tidak ada sosialisasi. Kita beli ke pengecer seharga Rp 17.000,-, tapi kalau diantar oleh pengecer sampe rumah yang biasanya mereka keliling menggunakan motor itu harganya bisa sampai Rp 19.000,-,” jelasnya.

Sementara itu Sri Watini (29) warga Todanan juga menceritakan mahalnya harga elpiji 3 kilogram di pedesaan. “Kita butuhnya masak mas, harga berapapun terpaksa dibeli karena memang butuh. Walaupun merasa keberatan dengan harga yang lebih mahal dari HET. Keadaan seperti ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Apa mungkin jarak dari pangkalan ke desa kami teralu jauh sehingga butuh biaya transport, saya juga tidak tahu,” ungkapnya.

“Warga setempat menginginkan sebisa mungkin harga elpiji 3 kilogram tidak dijual diatas HET yang telah ditetapkan pemerintah. Ketetapan HET tentunya juga sudah memperhitungkan keuntungan bagi distributor, pangkalan dan pengecer,” pintanya.

Dihubungi terpisah,  salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji tiga kilogram, Yulianto (45) menjelaskan, dari Pertamina untuk wilayah Kabupaten Blora telah dipatok HET maksimal Rp 16.000,- per tabung.  Dengan harga tersebut, baik pangkalan atau agen maupun pengecer sudah mendapatkan keuntungan.

“Harga dari pangkalan Rp 14.000,-, kami sudah mendapatkan untung Rp 300 per tabung. Dari pengecer ke penjual umumnya Rp 15.000,-, kalo ada yang menjual di atas HET tentu itu sangat memberatkan para pengguna” jelasnya

Yulianto juga menambahkan, dari harga yang ada itu pengecer sudah untung sebesar Rp 800 per tabung. “Bila di jual dengan HET pengecer sudah untung, sehingga saya harapkan pengecer jangan sampai menjual harga melebihi HET,” harapnya. (Tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved