Blora on News :
Home » , , » Kunker di Blora, Presiden Jokowi Minta Menteri Pertanian Atur Siklus Panen

Kunker di Blora, Presiden Jokowi Minta Menteri Pertanian Atur Siklus Panen

infoblora.com on Mar 9, 2015 | 1:00 AM

Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri LH Kehutanan Siti Nurbaya, dan Dirut Perhutani tentang pengendalian siklus panen saat berkunjung di lahan jagung KPH Randublatung, Blora.
BLORA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar mengatur siklus pertanian antar daerah di tanah air, sehingga ketika panen tidak panen bersama. Demikian juga saat tidak ada stok pangan, tidak semua pulau mengalami kelangkaan.

“Jadi siklus antar pulau, antar provinsi, antar daerah harus diatur. Jangan sampai panen bersama-sama, harganya jatuh bersama-sama. Pada saat barang tidak ada, harganya naik bersama-sama,” kata Presiden Jokowi saat melakukan peninjauan ke lahan tanaman jagung  di areal Perhutani KPH Randublatung, Kabupaten Blora, Sabtu (7/3) kemarin.

Presiden meminta Menteri Pertanian agar mengatur hal itu. “Jangan sampai keadaannya seperti itu, panennya bareng semua dari Sabang sampai Merauke. Kemudian apa?  Harganya jatuh. Begitu tidak panen, harganya langsung melambung naik. Ini yang perlu diatur,” pintanya.

Terkait dengan penggarapan lahan milik Perhutani yang dikerjakan para petani dengan sistem tumpang sari dengan pohon jati, Presiden Jokowi berharap agar hal itu terus dikembangkan. “Kita ini di sini kan mempunyai jati, mungkin nanti PTP, nanti sawit, dikembangkan seperti ini bisa juga. Ini yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak produktif,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, dengan pola seperti itu maka produksi tanaman pangan seperti jagung, kedelai, dan padi bisa meningkat karena tidak hanya ditanami di lahan yang memang untuk tanaman pangan itu, namun juga ditanam di lahan perkebunan dengan sistem tumpang sari.

Selain menambah produksi pangan, dengan sistem tumpang sari yang melibatkan masyarakat sekitar hutan atau kebun yang dikelola oleh perusahaan pemerintah, menurut Presiden, dengan pola seperti itu maka masyarakat sekitar juga akan mendapatkan penghasilan tambahan yang meningkatkan kesejahteraan.

“Inilah yang contohnya sudah ada. Di sini (Blora-red) per hektar bisa mencapai 7,6 ton. Kemarin di Ponorogo bisa mencapai 5,4-5,6 ton. Kalo per kilonya dikalikan Rp. 2.800, sudah gede banget, sudah puluhan juta. Kalau per hektarnya dibagi 5 KK, berarti sudah Rp. 4 juta, jagung per 3 bulan. Bagi 3 lagi, Rp. 1.300.000. Menurut saya income yang sangat bagus untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar kita, agar mereka tidak merambah ke hutan itu sendiri,” papar Kepala Negara.

Untuk meningkatkan produksi para petani, Presiden meminta agar Menteri Pertanian memberikan benih gratis. Selain itu, ia berharap Perhutani juga menambah luas lahan PTT yang bisa dikerjakan oleh petani.

Selain mengunjungi lahan Perhutani yang dikerjakan oleh petani, dalam kunjungan ke Blora ini, Presiden Jokowi dan rombongan juga meninjau lahan varietas padi gogo hasil penelitian Kementan, UGM & Perhutani, di Ngliron. (Setkab | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved