Blora on News :
Home » , , » KUD Nyatakan Padi Petani Bangoan Mati Karena Hama Jamur, Bukan Limbah Minyak

KUD Nyatakan Padi Petani Bangoan Mati Karena Hama Jamur, Bukan Limbah Minyak

infoblora.com on Mar 12, 2015 | 1:30 AM

Sejumlah warga Desa Bangoan Kec.Jiken belum lama ini mendatangi KUD Wargo Tani Makmur untuk meminta kejelasan dugaan pencemaran sawah mereka.
BLORA. Kasus pencemaran sumur minyak tua yang dikelola KUD Wargo Tani Makmur ke lahan pertanian milik warga bakal terjadi tarik ulur. Sebab, warga Desa Bangoan menyatakan sawahnya tercemar oleh sumur tua sehingga mereka meminta ganti rugi kepada KUD Wargo Tani Makmur, Jiken. Sementara itu, pihak KUD menyatakan padi mati bukan karena pencemaran namun karena serangan hama.

Seperti diketahui, di Kecamatan Jiken terjadi pencemaran sawah warga akibat eksplorasi sumur minyak tua. Camat Jiken, Joko Sulistyono mengemukakan, saat ini pihaknya dipusingkan dengan persoalan limbah sumur minyak tua di Desa Bangoan, Kecamatan Jiken, yang mencemari areal persawahan warga.

Sawah warga yang tercemar, menurut Joko, cukup luas. Jika dibanding persawahan warga Jiken yang tercemar limbah staging area milik PT Alam Bersemi Sentosa (ABS) di Desa Nglobo, lebih luas di Bangoan.

Sementara itu, Manager KUD Wargo Tani Makmur Jiken, Yusuf menjelaskan, ketika warga Desa Bangoan datang ke KUD Wargo Tani Makmur mengadu tanaman padi mati yang diduga akibat limbah minyak, pihaknya telah merespons.

Pihaknya telah membentuk tim yang beranggotakan UPTD Pertanian dan KUD WargoTani Makmur untuk meihat langsung ke lapangan. Setelah dicermati dengan teliti oleh tim penanganan limbah, menurut Yusuf, matinya tanaman padi bukan karena limbah tetapi karena serangan jamur.

Waktu itu, KUD Wargo Tani Makmur sudah memberi bantuan obat-obatan untuk membasmi jamur. Terpisah pengamat hama pertanian Jiken, Suharno membenarkan ketika terjun melihat tanaman padi di Desa Bangoan terkena penyakit jenis jamur blas (pirycularia opizae).

Hama ini juga melanda di sejumlah wilayah Blora, dan jika dibiarkan maka akan menyerang batang padi sehingga akan menjadi penyakit gulu pedot (leher patah). Dikemukakan Yusuf, pihak KUD tetap akan memberi bantuan kepada petani Desa Bangoan.

Caranya, apabila petani dalam panen biasanya mendapat 10 karung namun hanya mendapat 7 karung, maka KUD Wargo Tani Makmur akan menutup kekuangan itu. Selama ini, KUD Wargo Tani Makmur telah memberikan bagian uang Rp10 / liter dari hasil penjualan minyak mentah sumur tua. Uang tersebut setiap bulan ditransfer ke rekening desa yang disepakati. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved