Blora on News :
Home » , » Jembatan Nyaris Ambrol, Warga Desa Giyanti Kec.Sambong Terancam Terisolasi

Jembatan Nyaris Ambrol, Warga Desa Giyanti Kec.Sambong Terancam Terisolasi

infoblora.com on Mar 31, 2015 | 12:00 AM

Salah satu warga desa melintas di Jembatan Desa Giyanti yang terancam ambrol. Pihak desa sementara memberi pagar pembatas dari ranting pohon jati.
BLORA. Warga dua dukuh di Desa Giyanti Kecamatan Sambong terancam terisolasi, menyusul sebuah jembatan di desa itu, yakni jembatan Bakalan saat ini terancam ambrol dan jalan retak.

Diperkirakan  karena derasnya gerusan air Kali Bakalan yang  menyebabkan pondasi jembatan retak dan ambles. Jembatan ini merupakan akses utama warga di dua dukuhan di Desa Giyanti  untuk menuju Kecamatan Cepu.

Kondisi paling parah terlihat di jembatan sisi utara, yakni pondasi tampak retak dan sayap jembatan ambles dengan lebar mencapai tiga meter, dan bahkan memakan badan jalan. Selain itu, bagian landasan oprit di sisi barat jembatan juga mulai muncul patahan. Untuk sementara, Pemerintah desa setempat memasang pagar pembatas dengan menggunakan ranting pohon jati.


Seorang warga Dukuh Cancangan, Desa Giyanti menuturkan, retak dan amblesnya sayap jembatan terjadi setelah guyuran hujan deras empat hari lalu. Saat itu, hujan yang turun usai shalat Jum’at membuat Kali Bakalan meluap. Air yang mengalir deras mengikis bagian bawah pondasi jembatan. ”Sebelum shalat Jum’at kondisi jembatan masih normal, hanya saja dua jam setelah itu jembatan sudah retak dan ambles,” jelasnya.


Salah seorang perangkat Desa Giyanti, Rasyid mengemukakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Kecamatan Sambong.  Pihak desa juga berharap dinas terkait segera mengambil tindakan. Sebab, amblesnya jembatan telah menggangu mobilisasi warga. Jika sebelumnya kendaraan roda empat dan dua dari arah berlawanan bisa bersimpangan, kini harus mengantri.


Menurut Rasyid, jembatan Desa Giyanti merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sambong. Jika jembatan tersebut sampai ambrol, akan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak sekolah. Karena untuk menuju Kecamatan Cepu, mereka harus memutar melalui Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro yang jarak tempuhnya 3 kali lipat lebih jauh. Atau ada jalan lain, yakni menembus lebatnya hutan melewati Desa Ledok, Kecamatan Sambong.

Camat Sambong, Drs Luluk ketika dihubungi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah cek langsung ke lapangan dan  akan segera dilaporkan ke BPBD Kabupaten. (ud-SS | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved