Blora on News :
Home » , , » Jelang Pilkada 2015, Pemilih Pemula di Blora Dibekali Pendidikan Politik

Jelang Pilkada 2015, Pemilih Pemula di Blora Dibekali Pendidikan Politik

infoblora.com on Mar 20, 2015 | 12:00 AM

Para narasumber sedang memberikan materi pendidikan politik bagi pemilih pemula pada kegiatan seminar yang digelar Kesbangpol Blora di Pendopo Kabupaten, kemarin.
BLORA. Ratusan pemilih pemula yang akan menyalurkan hak suaranya dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Blora tahun 2015 ini, kemarin mengikuti pendidikan politik. Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Blora di pendopo rumah dinas bupati tersebut menghadirkan tiga narasumber. Yakni Ketua KPU Blora Arifin, anggota Panwas Pilkada Blora Ninik Idhayanti dan Andreas Pandiangan dari Lembaga Pengembangan Demokrasi dan Kepemiluan Jawa Tengah. 

Pendidikan politik ini merupakan kali kedua dilakukan Kantor Kesbangpol. Dua pekan lalu di tempat yang sama digelar kegiatan serupa namun dengan pemateri berbeda dan sasaran pendidikan adalah pengurus dan anggota organisasi perempuan yang ada di Blora. 

’’Berdasarkan data dari BPS Blora, jumlah penduduk Blora dengan usia 15-24 tahun mencapai sebanyak 123.631 orang. Oleh karena itu, pendidikan pemilih (voter education) bagi pemilih pemula yang jumlahnya 20 persen pemilih di Blora menjadi sebuah keniscayaan,’’ ujar Ketua KPU Blora, Arifin. 

Dia pun menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol Blora tersebut. Menurutnya, pemilih pemula merupakan pemilih yang baru memasuki usia pemilih (17 tahun) atau baru pertama kali menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu.

Karakteristik pemilih pemula diantaranya kritis, memiliki antusias tinggi dan memiliki rasa ingin tahu. Hanya saja pemilih pemula itu belum memiliki pengalaman memilih, belum memiliki jangkauan politik yang luas dan mudah terpengaruh. ’’Karena itu mereka perlu dibekali pendidikan politik,’’tandasnya.

Arifin menyatakan, partisipasi masyarakat sering digunakan sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan Pemilu termasuk Pilkada. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat maka akan semakin legitimate sebuah Pilkada.

Sementara itu, Andreas Pandiangan dalam pemaparannya memberikan tips menjadi pemilih yang cerdas. Dia meminta para pemilih pemula itu mencermati sejumlah hal sebelum menentukan pilihan kepada salah satu calon. Diantaranya mencermati visi misi dan tawaran program kerja pasangan calon, menggunakan kesempatan dialog dengan pasangan calon dan mencermati rekam jejak pasangan calon.

’’Setelah mencermati pilihan pasangan calon, lalu jatuhkan pilihan. Yang perlu diingat, memilih bukan karena terdorong oleh iming-iming dari calon. Tolak politik uang,’’tegasnya. 

Hal senada dikemukakan pula narasumber lainnya, Ninik Idhayanti. Dia menyebutkan, calon yang bisa dipertimbangkan untuk dipilih adalah yang apik dan apikan. ’’Apik itu artinya tawaran visi misi dan program kerjanya sangat baik. Adapun apikan itu baik kepada masyarakat dalam artian tahu dan memahami apa yang diinginkan masyarakat,’’ujarnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved