Blora on News :
Home » , » Goa Terawang, Aset Wisata Milik Perhutani di Blora Yang Tak Terawat

Goa Terawang, Aset Wisata Milik Perhutani di Blora Yang Tak Terawat

infoblora.com on Mar 30, 2015 | 2:30 PM

Tangga utama menuju mulut Goa Terawang sudah hancur dan tak terawat. Fasilitas lain di kawasan wisata ini juga mengalami kerusakan.
BLORA. Banyaknya aset wisata alam di kawasan hutan jati milik Perhutani di Kabupaten Blora kini keadaannya cukup memprihatinkan. Misalnya saja kawasan wana wisata Goa Terawang yang berada di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan keadaannya semakin merana akibat minim perawatan dari pihak Perhutani sebagai pengelola.

Berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan tim info Blora kemarin, tampak beberapa fasilitas penunjang kawasan Goa Terawang dalam kondisi rusak. Jalan di kawasan wisata tersebut untuk menuju mulut goa tertutup rerimbunan rumput liar. Sedangkan jalan di dalam goa hanya tersusun dari bebatuan yang licin terlebih saat musim hujan seperti ini. Karena air hujan mengalir ke dalam goa sehingga membahayakan pengunjung. Begitu juga kondisi tangga untuk turun menuju goa juga banyak yang sudah bodol.

Arena bermain anak anak seperti plorotan, bandulan, gazebo dan fasilitas toilet juga tampak tak terawat. Banyak kayu yang sudah patah dan besi-besi berkarat.

Sri Watini (29), warga Desa Ketileng Kecamatan Todanan yang setiap harinya melewati kawasan goa tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kerusakan tersebut sudah bertahun-tahun terjadi. “Kerusakan fasilitas penunjang di Goa Terawang memang sudah terjadi bertahun-tahun. Hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Pengunjung goa pun semakin berkurang karena rusaknya beberapa fasilitas penunjang itu,” paparnya.

Suasana di dalam Goa Terawang, jalan licin hanya tersusun dari bebatuan dan
tanah liat yang basah teraliri air hujan.
Hal yang sama juga diungkapkan Sugeng (22) warga sekitar yang sering melakukan kegiatan di Goa Terawang. “Belum lama ini pos penjaga goa juga roboh mas, akibat tertimpa pohon jati. Sampai saat ini juga belum diperbaiki. Sehingga penjaga goa membuat tenda darurat. Warga sekitar berharap Perhutani bisa segera melakukan perbaikan fasilitas penunjang di wana wisata yang menjadi daya tarik di Kabupaten Blora ini,” jelasnya.

Sekedar diketahui, kawasan Goa Terawang merupakan salah satu wisata alam andalan milik Perhutani KPH Blora yang memiliki luas 13 hektare. Terletak di kawasan hutan RPH Kedungwungu, BKPH Kalonan, KPH Blora. Selain Goa Terawang sebagai goa utama, ada juga goa goa kecil lainnya seperti Goa Manuk, Goa Bebek, Goa Macan, Goa Kidang dan lainnya.

Goa ini ramai dikunjungi wisatawan saat musim liburan tiba terutama libur lebaran. Karena pihak desa sekitar setiap tahun menggelar event Syawalan dengan mengadakan pentas musik dangdut. Namun pada hari-hari biasa sepi pengunjung, hanya ada beberapa muda mudi atau penghobi fotografi yang sering berkunjung untuk mengabadikan keindahan dalam goa.

“Masyarakat berharap pihak Perhutani bisa lebih memperhatikan aset wisata yang berada di wilayahnya. Apalagi ini merupakan wisata andalan di Kabupaten Blora. Perlu adanya sinergi antara Perhutani dengan Dinas Pariwisata Blora,” harap Sugeng. (Tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved