Blora on News :
Home » , , » Di Akhir Masa Jabatan, Bupati Ingin Bangun Rumah Sakit di Kecamatan Randublatung

Di Akhir Masa Jabatan, Bupati Ingin Bangun Rumah Sakit di Kecamatan Randublatung

infoblora.com on Mar 12, 2015 | 7:30 AM

Mengakhiri masa jabatannya sebagai bupati, Djoko Nugroho ingin membangun fasilitas kesehatan berupa rumah sakit untuk warga Blora selatan tepatnya di Kecamatan Randublatung.
BLORA. Bupati Djoko Nugroho akan mengakhiri tugasnya sebagai kepala daerah Kabupaten Blora, 11 Agustus 2015. Namun mantan komandan Kodim Rembang itu masih menginginkan sejumlah proyek bisa direalisasikan. Salah satunya pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Randublatung.

Sekadar diketahui, persebaran rumah sakit di Blora belum merata. Rumah sakit milik daerah ataupun rumah sakit swasta masih terpusat di dua tempat yakni di Kecamatan Blora Kota dan Kecamatan Cepu.

Jika warga di kecamatan lainnya membutuhkan pelayanan medis lanjutan, mereka pun harus menempuh jarak cukup jauh menuju rumah sakit di Blora Kota atau Cepu dan bahkan di rumah sakit di luar Blora. “Di wilayah Randublatung perlu dibangun rumah sakit,” ujar Djoko Nugroho.

Keberadaan rumah sakit di Kecamatan Randublatung diharapkan nantinya bisa mengcover pelayanan kesehatan di wilayah Blora selatan yang mencakup Randublatung, Kecamatan Kradenan, Kecamatan Jati dan Kedungtuban.

Selain rumah sakit, di wilayah Blora selatan juga bupati memberikan fokus perhatian pembangunan infrastruktur jalan. Jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa di wilayah perbatasan Blora-Ngawi (Jatim) dan Blora-Sragen.

“Jalan dari desa mereka menuju pusat Kota Blora sangat jauh, melewati jalan Perhutani di wilayah hutan yang kondisinya rusak. Dari Desa Megeri Kecamatan Kradenan menuju Alun-alun Blora jaraknya sekitar 90 kilometer, sedangkan dari Megeri ke Alun-alun Ngawi hanya berjarak empat kilometer. Saya minta direncanakan perbaikan jalan di desa-desa perbatasan tersebut. Bangkleyan yang berbatasan dengan Sragen serta Megeri menuju Kradenan,’’ katanya.

Selain infrastruktur jalan, bupati menghendaki dibangunnya kantor dan fasilitas kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH). Itu dilakukan untuk mengimbangi pesatnya kegiatan pertambangan yang ada di Blora, baik tambang minyak dan gas (migas) maupun pertambangan lainnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

2 komentar:

Mogawitana Witana said...

Jalan Blora-Ngawi akan membuat Blora lebih ramai, tidak perlu memutar sampai Padangan, soalnya lewat Padangan terlalu jauh kalau dibuat jalan Blora-Ngawi lewat Randublatung lebih cepat, soalnya bisa memangkas jarak

Mogawitana Witana said...

Perlu dibangun jalan Blora-Ngawi, kalau lewat Padangan terlalu jauh, soalnya jalannya memutar, kalau dibangun jalan Blora-Ngawi lewat Randublatung lebih cepat, soalnya bisa memangkas jarak

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved