Blora on News :
Home » , » Derita Kanker Ganas, Muhammad Ri'fan Warga Wantilgung Butuh Bantuan Pengobatan

Derita Kanker Ganas, Muhammad Ri'fan Warga Wantilgung Butuh Bantuan Pengobatan

infoblora.com on Mar 18, 2015 | 2:00 AM

Muhammad Ri'fan hanya bisa berbaring di ranjang kayu berselambu karena menderita kenker ganas (tumor) di tengkuk belakang lehernya yang membesar. (dok-infoblora)
BLORA. Dengan mengenakan baju klub sepak bola Barcelona bernomor punggu 6, pagi itu Muhammad Rif’an Faizin (10) hanya bisa tertidur miring di ranjang kayu yang ada selambunya. Bocah siswa kelas V SDN 1 Wantilgung, Kecamatan Ngawen ini terlihat masih tertidur pulas.

Saat itulah terlihat jelas bahwa di bagian tengkuk belakang lehernya menempel kanker ganas yang mengerogoti masa anak-anaknya. Bahkan dengan jelas terlihat kanker itu dalam kondisi pecah dan terus mengeluarkan cairan. Akibatnya, banyak lalat yang mengerubiti bagian tengkuk warga RT 2 RW 2 Desa Wantilgung tersebut. Oleh ibunya Rubiyatun (43) diberikan selambu agar lalat tidak bisa masuk menganggu anaknya.

Rubiyatun menceritakan bahwa saat itu anaknya yang masih berusia 9 tahun mengeluhkan pusing dan timbul benjolan yang ada di tengkuk belakang lehernya sebesar biji kelereng dan sampai sekarang terus membesar.

Saat ini benjolan itu sebesar sekitar dua kepalan tangan orang dewasa. Bahkan satu bulan terakhir ini, Rif’an hanya bisa berbaring di sebuah ranjang kayu. Urusan sekolahpun sementara dia tinggalkan karena penyakitnya itu.

Beruntung gurunya cukup berbaik hati dengan mengantar soal ujian tengah semester di rumahnya. ”Saat ini sering mengeluhkan sakit atas tumornya saat sedang kumat dan kalau gatal-gatal juga minta dielus-elus,” ungkap Rubiyatun yang dengan sabar selalu menunggui anaknya itu.

Sementara itu, Ngasto ayahnya juga pasrah dan tidak menyangka kalau anak bungsunya mengalami nasib mengenaskan. Secak kecil lincah dan ceria seperti layaknya anak-anak. Dia tumbuh normal, seperti dua kakak perempuannya.

Hanya, dalam hitungan bulan, benjolan itu makin besar. Sehingga pada akhirnya saat itu Rif’an dioperasi di rumah sakit Kariadi Semarang, ketika benjolan sudah sebesar sekepalan tangan orang dewasa . Operasi di rumah sakit milik pemerintrah provinsi Jateng itu dibiayai dana Jamkesmas.

Setelah dilakukan operasi, ternyata belum juga sembuh, bahkan benjolan itu tumbuh lagi. Akhirnya membuatnya terus mengumpulkan uang untuk kembali akan melakukan operasi untuk anaknya. Operasi kedua dilakukan pada Januari 2015 lalu. Tapi kali ini dilakukan di salah satu RS Swasta yang ada di Blora. Biaya untuk operasi itu berasal dari uang pribadinya.

Hasilnya juga sama belum ada perubahan dan kesembuhan. Lalu membuatnya mencari cara dengan pengobatan alternatif hingga saat ini. ”Dari pengobatan alternatif itu, diberi dua jenis obat yakni obat oles dan ramuan untuk diminum. Saat menjalani pengobatan alternatif inilah tumor tersebut pecah dan mengeluarkan cairan,” ungkap Ngasto yang sehari-harinya menjadi buruh tani di desanya.

Menurutnya, informasi yang dia peroleh dari yang menangani pengobatan alternatif, tumornya pecah itu karena penyakit tumornya akan keluar. Kalau sudah bisa keluar nanti katanya akan sembuh. Dia sangat berharap kata-kata itu benar. Sebab, dia ingin melihat anak laki-lakinya kembali tumbuh normal. 

Dia mengaku sudah habis biaya banyak untuk mencari pengobatan buat anaknya itu. Seluruh keluarga sangat berharap sang adik lekas sembuh. Mereka ingin melihat Rif’an kembali ceria dan lincah. Karena itu, mereka bertekat untuk terus mengusahakan pengobatan untuk dia. Meski kondisi ekonominya terbatas, harapan itu selalu ada.

Bantuan dari pemerintah atau dermawan sangat diharapkan bagi Ngasto dan keluarga. ”Kami ingin anak saya segera sembuh dan sekolah bermain seperti teman-temannya yang lain,” harap Ngasto dengan nada pasrah. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved