Blora on News :
Home » , , » Camat Jiken Perjuangkan Ganti Rugi Lahan Tercemar Limbah Minyak

Camat Jiken Perjuangkan Ganti Rugi Lahan Tercemar Limbah Minyak

infoblora.com on Mar 3, 2015 | 4:00 AM

Petugas Kecamatan dan UPTD Pertanian mengecek lahan sawah yang diduga tercemar limbah minyak sehingga tanaman padi terancam mati, kemarin.
BLORA. Selaku kepala wilayah di Kecamatan Jiken, Camat Jiken, Joko Sulistiyono akan perjuangkan warga yang sawahnya terkena limbah dari staging area milik PT.Alam Bersemi Sentosa (ABS) yang saat ini sedang melakukan pengeboran ulang di Blok Alas Dara Kemuning (ADK) sumur NGBU 04 yang terletak di Desa Nglobo.

’’Kami akan perjuangkan hak mereka. Rencananya kami akan rapat dari pihak manajemen perusahaan dalam minggu-minggu ini, saat ini masih menunggu manajemen dari Jakarta,’’ katanya, kemarin.

Diperoleh keterangan, terkait dengan keluhan lima petani Desa Jiken yang padi mati akibat tercemar limbah, kemungkinkan minggu depan akan mendapat ganti rugi. Demikian juga 15 petani lain yang sawahnya juga berpotensi terkena limbah dari aliran air pembuangan yang berasal dari staging area milik PTABS. 

Camat Joko Sulistiyono membenarkan telah dihubungi pihak manajemen PTABS yang berada di Jakarta. Di mana dalam pembicaraan pihak perusahaan akan mengganti kerugian para petani yang diakibatkan limbah yang mengalir dipersawahan. 

Bentuk Tim 
Untuk menentukan besaran kerugian para petani di Desa Jiken yang terkena limbah itu, menurut dia, pihaknya juga sudah membentuk tim khusus penanganan limbah yang beranggotakan Muspika Jiken, UPTD Pertanian dan Badan Lingkungan Hidup Pemkab Blora. 

“Kami sudah berikan teguran kepada PT.Alam Bersemi Sentosa (ABS) dan direncanakan minggu depan manajemen PT Alam Bersemi Sentosa (ABS) berjanji akan datang ke Jiken untuk menyelesaikan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sedikitnya lima petani di Jiken mengeluh karena sawahnya terkena limbah dari kegiatan pengeboran minyak. Para petani yang tanaman padinya mati terkena limbah, di antaranya Rakidin dengan luasan tanaman sekitar 6,332 ha, Rohmanto (1,200 ha), Jumarno (1,640 ha), Cito (2,815 ha) dan Suwondo (0,400 ha). 

Para petani itu beberapa waktu lalu melayangkan surat ke Kepala Desa Jiken tembusan Muspika Jiken, untuk mengadukan masalah air limbah yang mengalir di areal persawahan mereka. Setelah UPTD Pertanian Jiken bersama Muspika dan pengamat hama turun ke lapangan menemukan adanya pencemaran itu. Kepala UPTD Pertanian Jiken, Wahyanto juga membenarkan memang ditemukan tanaman padi yang mati diakibatkan karena limbah. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved