Blora on News :
Home » , » Bupati Blora Jadi Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Gas Bumi di Indonesia

Bupati Blora Jadi Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Gas Bumi di Indonesia

infoblora.com on Mar 5, 2015 | 12:30 AM

Bupati Blora Djoko Nugroho (tiga dari kiri) saat meninjau eksplorasi migas di lapangan ADK Kecamatan Jiken belum lama ini. Kini beliau didaulat sebagai salah satu ketua Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Gas Bumi.
BLORA. Daerah-daerah penghasil minyak dan gas (migas) di Indonesia memberikan kepercayaan kepada Bupati Djoko Nugroho untuk menjadi salah satu ketua Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Gas Bumi (ADPM).

ADPM merupakan perubahan nama Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM). Djoko Nugroho terpilih menjadi salah satu ketua berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) III pada 2015 FKDPM di Hotel Bidakara Jakarta, 26 Februari lalu.

”Ini bentuk kepercayaan daerah- daerah penghasil migas di Indonesia. Mereka selama ini menilai Kabupaten Blora dengan kepemimpinan Bupati Djoko Nugroho berhasil dalam pengelolaan sumber daya alam (migas), terutama sumur minyak tua. Oleh karena itu daerah-daerah itu sepakat memilih bupati Blora sebagai salah satu ketua ADPM,” ujar Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Setyo Edy, kemarin.

Munas III FKDPM di Jakarta itu diikuti gubernur dan bupati atau wali kota yang daerahnya selama ini dikenal sebagai penghasil migas di Indonesia. Jumlah peserta munas yang dibuka Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil, sebanyak 86 orang.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak yang sebelumnya menjadi Ketua Umum FKDPM, didaulat sebagai Ketua Umum pertama ADPM. Selanjutnya dipilih formatur untuk menyusun kepengurusan ADPM periode 2015-2020. ”Bupati Djoko Nugroho diberi amanah menjabat ketua I. Ini kali pertama masuk kepengurusan inti. Sebelumnya di FKDPM Blora sebagai anggota,” katanya.

Daya Juang
Menurutnya, dalam munas bertemakan, ”Optimalisasi Sumber Daya Alam Minyak dan Gas untuk Kesejahteraan Rakyat,” tersebut, disepakati perubahan nama FKDPM menjadi ADPM. Hal itu dimaksudkan agar daerah penghasil migas di Indonesia memiliki daya juang lebih tinggi dalam memperjuangkan hak-hak daerah.

”Nama forum dikesankan sebagai tempat kumpul-kumpul saja. Karena itu, namanya diubah dari forum menjadi asosiasi,” tandasnya. ADPM adalah mitra pemerintah yang berperan memberikan masukan untuk penyusunan kebijakan bidang migas.

Antara lain terkait dengan transparansi dalam perhitungan dan pembagian hasil migas, transparansi data migas dan turut serta dalam pengelolaan kekayaan sumber daya alamnya. ”ADPM akan terus memperjuangkan kepentingan daerah penghasil migas di Indonesia,” ujarnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved