Blora on News :
Home » , » Biaya Produksi Tinggi, Peningkatan Hasil Panen di Sumber Kradenan Tak Maksimal

Biaya Produksi Tinggi, Peningkatan Hasil Panen di Sumber Kradenan Tak Maksimal

infoblora.com on Mar 24, 2015 | 12:30 AM

Para petani di Desa Sumber Kecamatan Kradenan sedang memanen padi di sawahnya, belum lama ini. (rs-infoblora)
BLORA. Salah satu daerah lumbung padi di Kabupaten Blora ini adalah Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.  Hasil panen di desa tersebut untuk tahun ini diperkirakan meningkat 30 persen dari tahun kemarin
.
Kegagalan panen di tahun kemarin karenan banyak hama yang menyerang. Namun untuk tahun ini desa lumbung padi ini mengalami peningkatan. Desa ini secara pengairan memang termasuk baik, sumber pengairan sawah yang dibuat pemerintah setempat sangat bermanfaat. Sehingga desa ini masih penjadi pemasok padi di wilayah Blora.

Zaki Bachroni Kepala Desa Sumber Kecamatan Kradenan Mengatakan hasil panen tahun ini memang terbilang meningkat,namun ada beberapa titik yang mengalami kegagalan yang disebabkan karena hama yang menyerang. “Tahun ini Desa Sumber dalam panennya memang meningkat namun ada beberapa titik yang mengalami kegagalan,” jelasnya.

Zaki mengungkapkan meskipun hasil panen meningkat, namun karena biaya produksi yang semakin meningkat juga membuat para petani kesulitan untuk memberi perawatan secara maksimal. Sehingga panen padi ini peningkatannya tidak maksimal. “Memang ada peningkatan namun tidak bisa maksimal, selain biaya produksi yang semakin mahal sehingga pendapatan mereka juga tidak bisa maksimal," tambahnya.

Selain itu curah hujan yang turun secara tidak maksimal dan banyaknya hama yang mulai muncul membuat mereka harus mengeluarkan biaya produksi lebih banyak. Jadi apabila dihitung secara materi biaya produksi yang tinggi membuat peningkatan hasil panen juga tidak maksimal.

“Masalah yang dialami oleh para petani memang sangat serius meskipun hasil panen meningkat tapi keuntungan mereka menurun juga dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan banyaknya hama yang muncul dan curah hujan yang  rendah membuat mereka harus mengeluarkan biaya produksi,” ungkapnya.

Sepanjang jalan Desa Sumber, setiap masuk dusun terlihat sangat luas area persawahan di sana. Di Dukuh Tambak ini terdapat satu kelompok tani yang anggotanya terdiri dari 200 lebih. Masyarakat di sana hampir semuanya mempunyai lahan persawahan.

“Di sini cuma ada satu kelompok tani, karena setiap dusun ada satu saja, Desa Sumber itu luas, padat penduduknya. Dusun tambak sendiri saja ada 200 lebih Kepala Keluarga (KK), belum juga yang lainnya,”jelasnya.

Semantara itu Sugianto (50) salah seorang petani di Dukuh Tambak Desa Sumber mengaku hasil panen yang meningkat namun diimbangi biaya produksi yang meningkat sehingga membuat masalah bagi para petani. “Hasil panen jika dilihat memang meningkat namun biaya yang tinggi juga membuat keuntungan tidak seberapa” katanya.

Selain itu harga gabah yang mengalami penurunan membuat petani merasa merugi. Sebab dengan semakin menurunnya harga padi membuat keuntungan dari hasil panen padi pun berkurang.

“Setiap mendekati panen raya harga gabah yang turun membuat kami sering binggung, sebab hasil yang diperoleh secara material pastinya juga akan menurun” keluhnya.

Dirinya dan para petani lainnya berharap agar pemerintah bisa ikut memantau harga gabah ketika musim panen raya tiba sehingga para petani pun bisa mendapatkan hasil maksimal. (Teg-koma | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved