Blora on News :
Home » , » Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Blora Masih Tinggi

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Blora Masih Tinggi

infoblora.com on Mar 28, 2015 | 1:30 AM

dr Henny Indriyanti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora menyampaikan masalah pentingnya menekan tingginya angka kematian ibu dan bayi, kemarin.
BLORA. Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Blora masih termasuk tinggi. Pada 2014 ada 12 kasus sedangkan hingga maret sudah terjadi 3 kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi pada 2014 malah lebih tinggi mencapai 204 kasus.

“Ini jelas harus dipikirkan serius dan menjadi tanggung jawab bersama agar angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Henny Indriyanti saat workshop akselerasi penurunan angka kematian ibu dan bayi di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, kemarin.

Kegiatan itu dillaksanakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Blora dan dihadiri oleh perwakilan bidan dan kader PKK serta tenaga kesehatan lainnya.

Kematian bayi paling banyak di sebabkan karena berat badan lahir rendah (BBLR) dimana dibawah 2,5 kg. Untuk itu, Henny berharap agar para bidan bisa mengelola sejak awal jika diketahui kalau gizi dan asupan makanan ibu kurang. “Tugas kita semua dan bidan menjadi ujung tombak dalam hal ini karena setiap hari bersentuhan dengan masyarakat setempat,” jelasnya.

Sementara untuk kematian ibu banyak terjadi kepada ibu yang berusia antara 20-30 tahun. Padahal usia tersebut merupakan usia yang ideal dalam melahirkan. Namun hampir 50 persen lebih adalah berpendidikan SD. Henny menambahkan kalau kematian ibu kasus terbanyak di puskesmas kecamatan kedungtuban dan untuk anak ada di puskesmas Banjarejo, Blora dan Tunjungan.

“Angka kematian ibu dan bayi ini memang menjadi perhatian yang serius bahkan selama ini bidan desa selalu melakukan koordinasi dengan kader PKK yang ada di desa agar bisa menekan angka kematian ini,” tandasnya.

Adapun Ketua IDI Cabang Blora Lili Nujuli Rohmah mengakui kalau selama ini bidan menjadi ujung tombak dalam pelayanan di desa. ’’Bidan harus memiliki kemampuan dan kompetensi dalam memberikan pelayanan di desa,’’ujarnya.

Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho meminta agar percepatan terus dilakukan dalam upaya menekan angka kematian ibu dan anak. Untuk itu dirinya meminta agar setiap puskesmas dilengkapi dengan sarana yang memadai.

Bahkan di Puskesmas Kota Blora ternyata angka kematian anak cukup tinggi padahal peralatan sudah relative lengkap jika dibandingkan dengan puskesmas yang lain.

’’Jangan sampai kurangnya alat dijadikan alasan jika ada kematian ibu dan bayi, harus dilakukan secara serius untuk menekan angka kematian ini,’’ujarnya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved