Blora on News :
Home » , , » Sejahterakan Desa Hutan, Perhutani Siap Fasilitasi Sistem Pertanian Terpadu

Sejahterakan Desa Hutan, Perhutani Siap Fasilitasi Sistem Pertanian Terpadu

infoblora.com on Feb 27, 2015 | 5:00 AM

Direktur Perencanaan dan Pangembangan Bisnis Perum Perhutani Ir Agus Prastawa MBA di petak 66 a Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH ) Ngliron, Randublatung.
BLORA. Perhutani siap memfasilitasi program sistem pertanian terpadu (integrated farming system) yang saat ini sedang diuji coba di kawasan hutan dengan melibatkan multi stake holder. Sistem pertanian terpadu yang dilaksanakan di kawasan hutan diharapkan bisa menjadi salah satu solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Yakni dalam memanfaatlkan lahan hutan untuk kegiatan pertanian tanaman pangan. Hal tersebut dikatakan Direktur Perencanaan dan Pangembangan Bisnis Perum Perhutani Ir Agus Prastawa MBA di petak 66 a Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH ) Ngliron , Randublatung, Kamis (26/2) kemarin.

“ Intregrated fariming sistem yang melibatkan multi stake holder diharapkan bisa membuat masyarakat desa hutan lebih terdorong kearah mandiri, karena mereka secara langsung akan dikenalkan sistim pertanian yang terintegrasi , keterlibatan disatu sisi bagaimana masyarakat desa hutan bisa memanfaatkan ruang yang ada untuk kegiatan tanaman pangan dan disisi lain keterlibatan para pihak tersebut mencakup bagaimana para petani bisa mendapatkan pupuk untuk tanaman, bagaimana cara pengolahan lahan untuk pertanian dan bagaimana cara penanganan pasca panen khususnya untuk memasarkan hasil panen mereka,” ungkapnya.

Sementara itu untuk mensejahterakan masyarakat desa hutan secara luas pihaknya juga mengakui jika kemampuan Perhutani terbatas. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan Perhutani perlu mengajak pihak lain yang berkepentingan untuk bisa bekerjasama sehingga tujuan integrated farming sistim menuju kearah kedaulatan pangan nasional bisa secepatnya tercapai.

“ Perhutani siap menjembataninya dengan cara menyediakan lahan kawasan hutan untuk kegiatan tersebut. Intinya dalam sistim ini tanaman kehutanan berhasil dengan baik namun disisi lain tanaman pertanian yang ditanam oleh masyarakat desa hutan juga bisa berhasil dengan dorongan pengetahuan dari para pihak yang berkepentingan tersebut” kata Agus Prastawa.

Pelaksanaan integrated farming di lapangan, komoditi yang ditanam disesuaikan dengan keinginan masyarakat setempat apakah dalam suatu kawasan tersebut cocok untuk tanaman palawija ataukah tanaman padi sebab tidak menutup kemungkinan dalam satu kawasan tidak semuanya bisa ditanam dengan satu komoditas mengingat kondisi kesuburan tanah dan topografi yang berbeda. (Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved