Blora on News :
Home » , » Jelang Pilkada, Media Lokal di Blora Rentan Tidak Independen

Jelang Pilkada, Media Lokal di Blora Rentan Tidak Independen

infoblora.com on Feb 16, 2015 | 12:30 AM

Seminar pers tentang "Peran Media sebagai Wahana Mencerdaskan Bangsa" oleh Kamaba Jogja di Gedung Setda Blora.
BLORA. Independensi media lokal dalam pemberitaan soal pemilu kepala daerah menjadi topik yang menarik bagi peserta seminar ’’Peran Media sebagai Wahana Mencerdaskan Bangsa,’’ yang diikuti perwakilan siswa SMA/SMK dan mahasiswa, Sabtu (14/2).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2015 itu diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Blora (Kamaba) Yogyakarta di Ruang Pertemuan Setda Blora, Sabtu (14/2).

’’Untuk media lokal saya tidak bisa menilai, namun kebanyakan menjadi alat salah satu calon,’’ ujar Ketua PWI Wahono yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut. Hal itu disampaikan menjawab pertanyaan salah satu peserta Bahtiar Aziz dari Kamaba Yogyakarta, karena Blora sebentar lagi akan menyelenggarakan pilkada dan juga melihat banyaknya media lokal.

Menurutnya, masyarakat bisa menilai arah keberpihakan media lokal tersebut melalui berita yang disampaikan. Dia melihat media lokal memang rentan untuk tidak independen. ’’Ada yang saat ini terbit besok tidak, hal ini berbeda dari media nasional di Blora,’’katanya.

Seimbang
Sedangkan Sriwiyono pembicara lainnya mengatakan, menjadi wartawan itu tidak mudah, sebab ada kode etik yang harus dipatuhi selama menjalankan tugas jurnalistik. ’’Tidak boleh sembarangan dan asal dalam menulis,’’katanya.

Sementara, Soesilo Toer adik kandung Pramudya Ananta Toer banyak menceritakan perjalanan pers era orde lama di mana dirinya terlibat langsung dalam beberapa peliputan di Jakarta. Serta memberikan beberpa tips menulis kepada siswa sekolah.
’’Tulislah kalimat pertama itu yang benar-benar indah dan baik,’’jelasnya. 

Ketua DPRD Bambang Susilo yang ikut dalam seminar itu meminta agar pers dapat bersama-sama mendorong pembangunan dan mencerahkan masyarakat. ’’Pers harus senantiasa menjunjung kebebasan dan seimbang dalam pemberiataan antara legislatif dan eksekutif, tetap profesional apa lagi menjelang pilkada,’’ujarnya.

Bupati Djoko Nugroho yang diwakili oleh Kabag Humas dan Protokoler Setda, Irfan A Iswandaru mengatakan, pers secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada masyarakat, sekaligus menjadi salah satu sarana pendidikan bagi masyarakat. ’’Pers harus ikut mencerdaskan bangsa dan memberikan edukasi,’’tegasnya. (Sugie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved