Blora on News :
Home » , » Hingga Pertengahan Februari Ada 226 Kasus DBD di Blora, 2 Diantaranya Meninggal

Hingga Pertengahan Februari Ada 226 Kasus DBD di Blora, 2 Diantaranya Meninggal

infoblora.com on Feb 17, 2015 | 1:00 AM

Pengasapan atau fogging terus dilakukan di wilayah endemik DBD, namun masyarakat juga dituntut aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan 4 M.
BLORA. Jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Blora naik signifikan. Belum genap dua bulan pada 2015, jumlah kasus mencapai 226 orang. Dari angka tersebut, dua penderita meninggal dunia.

Namun DBD belum dinyatakan masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). ’’Untuk tingkat kabupaten, grafik maksimal KLB DB sekitar 300-an kasus. Jumlah kasus DBD mulai 1 Januari hingga 16 Februari di bawah grafik maksimal,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Henny Indriyanti, kemarin.

Meski di tingkat kabupaten DBD belum masuk kategori KLB, namun, menurut dia, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Dia mengungkapkan, jumlah kasus DBD di sejumlah kecamatan naik cukup banyak.

Giatkan PSN
’’Giatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) baik di kawasan pemukiman maupun sekolah. PSN lebih efektif mencegah DBD,’’tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, wilayah kecamatan tertinggi adalah Kecamatan Kedungtuban sebanyak 46 kasus, satu orang meninggal. Disusul berikutnya Kecamatan Blora, sebanyak 41 kasus dan Kecamatan Jepon sebanyak 22 kasus dan satu penderita meninggal dunia. 

Tahun lalu, jumlah kasus DBD sekitar 250 kasus. Menurut Henny, Dinkes Blora telah melakukan sejumlah langkah antisipasi merebaknya penyakit DBD. Yakni di antaranya menyiapkan bubuk abate di setiap puskesmas. Bubuk abate antara lain berguna untuk mematikan jentik nyamuk di bak penampungan air yang tidak mungkin dikuras. 

Selain itu juga melakukan pengasapan (fogging) di desa dan sekolah yang masuk wilayah endemis DBD. ’’Fogging di daerah endemis DBD sudah kami lakukan,’’ katanya.

Fogging masih akan berlanjut terutama di kawasan yang telah ada warganya sakit DBD. Hanya saja fogging tersebut tidak akan efektif manakala kebersihan lingkungan tempat tinggal warga tidak terjaga dengan baik. Masyarakat diminta kembali mengintensifkan program PSN. Yakni dengan melakukan gerakan 4-M; menutup, menguras, mengubur, wadah tempat perkembangbiakan nyamuk, dan memantau.

Bagi warga yang diduga menderita DBD, dia meminta segera memeriksakan diri ke dokter. ’’Supaya bisa segera ditangani. Jangan sampai terlambat. Jika mengalami demam, langsung saja periksakan diri ke dokter,’’ tegasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved