Blora on News :
Home » , » Eksplorasi Sumur Prantaan Bogorejo Blora Gagal Temukan Sumber Minyak

Eksplorasi Sumur Prantaan Bogorejo Blora Gagal Temukan Sumber Minyak

infoblora.com on Feb 25, 2015 | 2:00 AM

Peta lokasi KSO lapangan Banyubang di Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo Blora yang dioperatori PT.BB Energi, ternyata dalam eksplorasinya tidak menemukan minyak.
BLORA. Kegagalan mendapatkan sumber minyak kembali terjadi di Blora. Kegagalan kali ini dialami PT Banyubang Blora Energi (BB Energi). Sumur work over kerjasama operasi (KSO) lapangan Banyubang di Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, dinyatakan dry hole atau tidak ada minyaknya.

“PT BB Energi gagal produksi ketika melakukan work over,” ujar Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE), Christian Prasetya, Selasa (24/2) kemarin.

PT BB Energi merupakan anak perusahaan BUMD PT BPE yang bersinergi dengan PT Banyubang Blora Pertiwi (sebagai pendukung dana). PT BB Energi menjadi operator lapangan Banyubang dengan dukungan teknis PT Sele Raya Belida setelah mengantongi izin KSO dari Pertamina 20 Desember 2013.

Lapangan Banyubang mempunyai luas 36,342 kilometer persegi, meliputi Kecamatan Bogorejo, Jepon dan Jiken. Adapun desa yang masuk wilayah operasi diantaranya Desa Prantaan, Tempel dan Desa Bangoan. Lapangan Banyubang merupakan lapangan tua peninggalan Belanda.

Di tempat itu terdapat sekitar 33 buah sumur peninggalan Belanda dan lima sumur yang dibor oleh Pertamina. Izin KSO Lapangan Banyubang berlangsung selama 15 tahun. Tiga tahun komitmen pasti rencana kerja PT BB Energi diawali 2014. Diantaranya dengan melakukan work over sumur. Kegiatan work over mulai dilakukan September 2014.
“Namun pencarian sumber minyak itu tidak mendapatkan hasil,” tandas Chrisntian.

Kegagalan mendapatkan sumber minyak sebelumnya dialami PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting. PHE Randugunting merupakan perusahaan migas kerjasama tiga negara Indonesia (Pertamina), Malaysia (Petronas) dan Vietnam (Petro Vietnam) telah tiga kali melakukan eksplorasi migas di wilayah Blora. Namun tiga pengeboran sumur tersebut tidak mendapatkan minyak.

Pengeboran pertama dan kedua dilakukan di Desa Krocok Kecamatan Japah (2010) dan di Desa Tinapan Kecamatan Todanan (2011). Sedangkan pengeboran ketiga dilaksanakan di sumur Kenangarejo (KGR) 1 di  Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan di tahun 2014. Sumur dengan kedalaman pengeboran 2.207 meter itu dinyatakan dry hole dengan indikasi hidrokarbon. Tahun ini PT PHE Randugunting akan melalukan pengeboran sumur eksplorasi di Desa Plantungan, Kecamatan Blora. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved